Selasa, 10 April 2012

GOOD JOB, CHOCO!! (Part 3)

Diposting oleh ELF Indo di 07.33
- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF

Previous Part 2 (My Clothes Added)
“Baik... Kalau memang begitu, aku tidak bisa menyalahkan choco. Itu terlalu sulit. Kalau kau belum menganggap itu impas, hmm.... yasudah” kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

-------------------Super Show 4 Indonesia------------------


Part 3 Hot Chocolate
2 hari berlalu setelah konser SS4 Jakarta>>>
“choco, besok kita pergi ke salon yuk. Aku mau....” tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh suara ketukan pintu kamarku yang sengaja aku tutup. Perkataanku kepada choco terpaksa aku hentikan dan mencoba untuk membuka pintu itu.
Ketika kubuka...
“aduh, buat apa melakukan ini?” suara seorang yeoja, ya siapa lagi kalau bukan jiyeon kudengar setelah pintu terbuka sedikit. Samar-samar kulihat seorang namja juga berada disebelah yeoja itu.
“Haha... eh, hyuk tolong ambilkan baju kaos ku yang ada di lemari” ternyata namja itu donghae. Aku sungguh kaget ketika melihat mereka berdua sedang berpegangan tangan dengan keadaan donghae yang tidak memakai kemejanya itu. Ya bisa dibilang donghae bertelanjang dada.
“apa? Eh, ne sebentar” kataku kaku lalu berjalan menuju lemari dan mencari kaos donghae.
Lalu ketika dapat, aku langsung memberikan kaos itu kepadanya. Dan mereka langsung meninggalkanku pergi.
“apa yang tadi aku lihat? Apa itu donghae dan jiyeon? Sedang apa mereka? Haduuuh, kenapa donghae harus bersama yeoja itu?” kataku menggerutu lalu pergi bermain lagi bersama choco.

Diruang tengah>>>
“Yaa, skak mat!!” teriak siwon tiba-tiba saat aku sedang bermain catur dengannya.
“aigooo, kalah lagi kalah lagi” kataku sambil geleng-geleng kepala dan merapikan papan dan bidak catur itu.
“haha, kau payah hyukjae!” pekik siwon sambil tetawa terbahak-bahak.
“ne, aku tahu aku payah. Hmm, cepat katakan apa yang harus aku lakukan untukmu!” seruku kepada siwon.
Ya kami taruhan untuk siapa saja dari kami berdua yang kalah, harus melakukan apa yang diminta oleh yang menang.
“aih, haus. Bagaimana kalau kau buat coklat panas di dapur?” pekik siwon sambil mengelus-elus lehernya.
Dengan cepat aku beranjak dari tempat duduk ku mencoba untuk pergi ke dapur dan membuat segelas coklat untuk siwon. Namun tiba-tiba saja...
“Hyukjaeeee, aku juga mau...” teriak donghae tiba-tiba.
Aku menoleh kebelakang dan berkata kepadanya dengan wajah dingin.
“buat sendiri...” langsung saja aku berlalu dan tanpa memeperdulikan raut wajah seperti apa yang akan ditampakkan oleh donghae ketika ia mendengar ucapanku tadi.





Didapur>>>
“tringgg...krintingggg...krintinggg...” kuaduk segelas coklat yang siwon pesan tadi dengan pikiran yang melayang-layang. Aku masih bingung kenapa bisa aku memperlihatkan wajah dinginku pada donghae? Kenapa aku begitu kesal dengannya setelah kejadian tadi pagi saat dia bersama jiyeon?
“SEBETULNYA AKU KENAPAAAAAA?” teriakku tiba-tiba. Dan tanpa aku duga ada seorang yeoja, ya lagi-lagi jiyeon sedang menatapku dengan tatapan bingung.
“AIGOOOO?!” kagetku hampir menumpahkan coklat dari gelas yang sedang kuaduk.
“yaa!! Hati-hati eunhyuk, itu coklatnya tertumpah ke kaosmu” pekik jiyeon sambil menunjuk-nunjuk noda coklat dikaos putih yang sedang kupakai ini.
Lalu dengan cepat aku menoleh ke noda itu dan marah-marah sendiri.
“omona, bagaimana ini?” tanyaku padanya.
“Molla... Kau urus saja sendiri” pekiknya lalu acuh dari hadapanku.
Aku kaget ketika ia berkata seperti itu. Yaa, memang itu semua salahku. Mengapa aku harus bertanya padanya? Aku kan sedang marah dengannya.
Lalu dengan cepat aku mengambil segelas coklat itu dan membawanya ke ruang tengah dengan wajah mencibir.

Diruang tengah>>>
“siwon-ah, ini coklatnya” kataku lalu memberikan coklat panas itu kepadanya dan duduk disebelah siwon.
“ne, goma...” perkataan siwon terhenti karena matanya berpusat pada noda coklat yang berada di kaosku ini.
“hyuk, kenapa dengan kaosmu?” tanyanya.
“eh, ini? Ini tadi ada kecelakaan kecil didapur” kataku sambil mesam mesem sendiri.
Beberapa detik kemudian...
“donghae-ah, ini coklat panasnya” kata jiyeon tiba-tiba dan langsung menyodorkan coklat panas yang donghae minta padanya.
“mwo? Ketika aku menolak membuatkannya coklat panas, ternyata ia malah meminta pada jiyeon? Dasar bocah...” batinku sambil menatap tajam kearah mereka berdua.
“aigo, neomu gomawo jiyeon-ah” balas donghae sambil tersenyum dan tanpa kuduga ia melirik kearahku dengan senyum mengejek.
“aih, maksudnya apa melihatku seperti itu?” racauku.
“hyuk!” perkataan siwon mengagetkanku dari racauanku sekarang.
“hyuk! Gwaenchana?” tanyanya sambil menggoyang-goyangkan pundakku.
“eh, ne?” jawabku gagap.
“nih, aku sudah selesai. Jangan lupa untuk dicuci yaa” katanya sambil menyodorkan cangkir yang coklatnya sudah habis diminumnya.
“eh, ne” lalu dengan cepat aku pergi ke dapur untuk membersihkan cangkir itu. Aku masih dalam keadaan tak sadar dan masih membayangkan kelakuan donghae tadi.



Didapur>>>
aku masih menggenggam cangkir bekas siwon tadi dan tanpa aku sadari, aku hampir saja ingin mencucinya. Ketika aku mulai sadar karena terkena air di bak cuci, aku langsung marah-marah sendiri.
“Yaa!! Apa-apaan ini? Perjanjian kan hanya 1 permintaan saja yang harusnya diminta oleh siwon. Dan kenapa aku harus menaruh cangkir ini dan mencucinya? Omona, aku seperti terhipnotis. Ini semua karena ulah donghae!” bentak-bentakku.
“Hari ini, aku sungguh kesal. Tadi pagi tentang kelakuan mereka berdua, tertumpah scangkir coklat dan sekarang, aku terhipnotis karena donghae. Pabo ya eunhyuk!” kataku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri.
“eunhyuk? Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau memukul kepalamu sendiri?” tanya jiyeon yang ternyata ada dibelakangku, LAGI.
“aigo, kau lagi... kau lagi... kau sudah puas dengan perlakuan donghae kepadaku? Karena mu ia jadi manja dan kekanak-kanakkan seperti sekarang ini. Dan karena mu, kaos kesayanganku jadi kotor seperti ini. Aaaah, nappeun yeoja!” jengkelku lalu membentak-bentaknya.
“kekanak kanakkan?” tanyanya bingung.
“ne! Kau tahu, coklat panas yang tadi kau buat olehnya, yang donghae minta darimu. Sebetulnya ia lebih dulu meminta kepadaku. Tapi aku tak mau membuatkannya...”
“kenapa kau tak mau membuat coklat untuk couple mu sendiri?” tanyanya ingin tahu.
Aku diam sesaat dan mencoba mencari-cari jawaban atas pertanyaan jiyeon tadi. Tak mungkin kan kalau aku berkata bahwa aku sedang kesal oleh donghae karena kejadian tadi pagi saat jiyeon dan donghae berpegangan tangan.
“eng..eng...kerena...eng...karena aku tak ingin ia menjadi manja. Aku ingin ia buat sendiri coklat untuk dirinya. Tapi dengan gampangnya kau membuat coklat itu dan kau menyodorkannya dengan senang hati”
“hmm, begitu? Yasudah aku minta maaf” katanya sambil tertunduk.
Beberapa menit ketika jiyeon berkata seperti itu...
“yasudah kalau kau tak ingin memaafkanku” pekik jiyeon lalu pergi berlalu dari hadapanku.
Dengan cepat aku langsung menyambar lengan jiyeon dan menggenggamnya.
Sepertinya ia kaget dengan perlakuanku dan langsung menatapku dengan tatapan bingung.
Kami bertatapan...
“Ne, aku maafkan” kataku singkat.


To be continued...

0 komentar:

Posting Komentar

 

ELF(F) Page Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos