“eunhyuk... eunhyuk...” seorang yeoja tak ku kenal memanggilku dari arah belakang. Dengan cepat aku menoleh ke arahnya
“ada apa?” tanyaku
“Itu.. ng..mm.. Donghae kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis”
“APA!!!” perkataannya sontak membuatku kaget dan langsung berlari meninggalkan yeoja itu. Padahal aku sendiri tak tahu donghae berada di rumah sakit apa. Lalu aku kembali menghampiri yeoja itu
“Mm, nama rumah sakitnya apa? Cepat katakan” aku mulai panik dan tanpa sengaja air mataku menetes. Sungguh aku menghawatirkan sahabat ku itu
“Rumah Sakit dekat kota Seoul” yeoja itu kelihatan panik juga dan berkata sedikit gemetar.
Setelah yeoja itu mengatakan nama rumah sakitnya, aku langsung berlari menuju stasiun bis terdekat. Perasaaanku malam itu sungguh kacau.
“Mana mungkin dihari ulang tahunku ini, aku harus melihat sahabatku sendiri terbaring dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya? Mana mungkin?? Ya Tuhan, sungguh kau jahat sekali padaku dan Donghae” aku berkata dalam hati sambil terus berlari menuju stasiun bis dengan isak tangis yang lumayan kencang.
Ketika sudah sampai di Lobi rumah sakit, aku menghirup nafas dalam-dalam. Takut-takut aku tak kuat dan tak rela menghadapi segala yang terjadi pada Donghae. Setelah kurasa mentalku siap, aku masuk dan bertanya pada pekerja disana kamar yang ditempati Donghae.
“Pasien bernama Lee Donghae, kamar nomer berapa?” tanyaku sambil terengah-engah
“Lee Donghae, kamar 151”
Aku langsung berlari ke kamar 151 dan tanpa sengaja tak mengucapkan terimakasih.
Didepan kamar 151
Dengan berat hati aku membuka gagang pintu itu secara perlahan. Ketika pintu mulai terbuka sedikit, aku sudah bisa melihat sesosok namja yang ku kenal sedang berbaring di tempat tidur dengan banyak infus di tangannya dan alat pembantu bernafas di hidungnya. Hatiku terhenyut. Lalu, ku buka pintu itu lebar-lebar. Aku tak tahan lagi, dengan cepat aku langsung memeluknya dengan isak tangis.
“Donghae, ada apa dengan mu? Kau tahu? Aku kira kau sahabat terbaikku. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Kau telah membuatku ketakutan seperti ini. Kau kejam, Lee Donghae. Kau persis tau ini hari ulang tahunku. Seharusnya kau tidak berbuat seperti ini. Seharusnya kau tidak berbaring lesu di tempat tidur usang ini. Aku telah menunggumu lama dengan suhu dibawah 5 derajat disana sebelum seorang yeoja memberitahuku bahwa kau ada disini. Napeun chingu!!!!” tangis ku mulai meledak
“Hyung, sudah jangan seperti ini. Donghae tidak bersalah. Justru engkaulah yang bersalah. Donghae jadi seperti ini karena kau, karena kau Lee Hyuk Jae!!” Kyuhyun mulai berbicara dan berkata seakan-akan akulah penyebab donghae disini.
“Apa? Jadi kau menuduhku?” aku langsung menoleh kearah kyuhyun dengan tatapan tajam, kurasa.
“Yaa, karena kau. Donghae menyempatkan diri menemuimu dengan cuaca dingin seperti ini. Dan kau tahu? Donghae saat itu sedang kurang enak badan dan dia ngotot mengemudikan mobilnya sendirian. Padahal kau tahu donghae belum lancar sekali mengemudikan mobil ataupun motornya”
Leeteuk Hyung membenarkan perkataan Kyuhyun. Bahkan, leeteuk juga mengakui kalau aku yang salah disini.
“Huaaaaa, Donghae nae chingu. Mianhaeyo, neomu neomu mianhae. Aku akan menyakiti diriku sendiri apabila benar aku yang bersalah disini” aku tertunduk dan tangisku tak dapat ku cegah.
Tiba-Tiba...
“Ani” suara yang sangat dekat, hmm tidak, bahkan suara dari arah sampingku terdengar. Ternyata itu dari Donghae. Aku kaget dan menoleh.
“Kau? Eh, ng, sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku mulai penasaran
“Kau lucu dengan ekspresi wajah seperti itu” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak
“Kau? Masih bisa tertawa? Kau kan tadi sedang kritis?” sesungguhnya aku masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi disini...
“Hyung, matamu merah” teriak Ryeowook sambil tertawa
“Iya, matamu menjadi sipit sekali. Kau tahu? Matamu jadi seperti anjingmu, Chocho” kyuhyun mulai ikutan berkomentar.
“Bahkan mata chocho lebih besar dari punya eunhyuk” kata Sungmin sambil tersenyum kecil.
“Hyukjae, saengil chukkahamnida. Maaf terlah membuatmu khawatir” tiba-tiba donghae memberiku ucapan selamat.
“Ani, aku tidak akan memaafkanmu” jawabku ketus.
“Ayolah myeolchi. Maafkanlah donghaemu ini” siwon mulai merayuku.
Kulihat wajah donghae telah berganti menjadi aegyonya. Sama sekal aku belum pernah melihat ia seimut ini.
“Ya ya, fishy” aku mulai memeluknya.
Tokk.. Tokk
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan ternyata itu dari yeoja yang menghampiriku tadi.
“Annyeonghaseyo, hyung” yeoja itu mulai tersenyum. Dan kurasa yeoja ini juga bersekongkol untuk menjahiliku.
“Hey, masuk HyeGyo” Leeteuk mempersilahkan yeoja yang bernama Song Hye Gyo itu masuk.
“Wah, apa aku telah melewatkan adegan yang seru disini?” tanyanya.
“Hmm, sedikit nuna” jawab ryeowook.
“Hyuk, perkenalkan ini Song Hye Gyo” leeteuk mulai memperkenalkan yeoja itu padaku.
“Annyeonghaseyo, joneun Song Hye Gyo imnida” yeoja itu dengan cepat membungkukkan pundaknya kearahku.
“Yeoja ini temannya Donghae yang baru pulang dari Amerika. Kita semua memintanya untuk menghampirimu dan berkata bahwa donghae dalam keadaan kritis. Padahal ia baru saja datang ke Seoul tadi pagi. Hye Gyo, maaf ya merepotkanmu. Hehe”
“Ne, gwaenchana leeteuk oppa. Aku senang membantu kalian. Apalagi dalam hal jail-jailan seperti ini. Hihihi” yeoja itu mulai tersenyum kecil.
“Kau kira ini lucu?” ujarku dalam hati.
Aku kaget ketika yeoja ini langsung saja permisi keluar tanpa meminta maaf padaku atas apa yang ia perbuat tadi. Yeoja macam apa dia??
“ada apa?” tanyaku
“Itu.. ng..mm.. Donghae kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis”
“APA!!!” perkataannya sontak membuatku kaget dan langsung berlari meninggalkan yeoja itu. Padahal aku sendiri tak tahu donghae berada di rumah sakit apa. Lalu aku kembali menghampiri yeoja itu
“Mm, nama rumah sakitnya apa? Cepat katakan” aku mulai panik dan tanpa sengaja air mataku menetes. Sungguh aku menghawatirkan sahabat ku itu
“Rumah Sakit dekat kota Seoul” yeoja itu kelihatan panik juga dan berkata sedikit gemetar.
Setelah yeoja itu mengatakan nama rumah sakitnya, aku langsung berlari menuju stasiun bis terdekat. Perasaaanku malam itu sungguh kacau.
“Mana mungkin dihari ulang tahunku ini, aku harus melihat sahabatku sendiri terbaring dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya? Mana mungkin?? Ya Tuhan, sungguh kau jahat sekali padaku dan Donghae” aku berkata dalam hati sambil terus berlari menuju stasiun bis dengan isak tangis yang lumayan kencang.
Ketika sudah sampai di Lobi rumah sakit, aku menghirup nafas dalam-dalam. Takut-takut aku tak kuat dan tak rela menghadapi segala yang terjadi pada Donghae. Setelah kurasa mentalku siap, aku masuk dan bertanya pada pekerja disana kamar yang ditempati Donghae.
“Pasien bernama Lee Donghae, kamar nomer berapa?” tanyaku sambil terengah-engah
“Lee Donghae, kamar 151”
Aku langsung berlari ke kamar 151 dan tanpa sengaja tak mengucapkan terimakasih.
Didepan kamar 151
Dengan berat hati aku membuka gagang pintu itu secara perlahan. Ketika pintu mulai terbuka sedikit, aku sudah bisa melihat sesosok namja yang ku kenal sedang berbaring di tempat tidur dengan banyak infus di tangannya dan alat pembantu bernafas di hidungnya. Hatiku terhenyut. Lalu, ku buka pintu itu lebar-lebar. Aku tak tahan lagi, dengan cepat aku langsung memeluknya dengan isak tangis.
“Donghae, ada apa dengan mu? Kau tahu? Aku kira kau sahabat terbaikku. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Kau telah membuatku ketakutan seperti ini. Kau kejam, Lee Donghae. Kau persis tau ini hari ulang tahunku. Seharusnya kau tidak berbuat seperti ini. Seharusnya kau tidak berbaring lesu di tempat tidur usang ini. Aku telah menunggumu lama dengan suhu dibawah 5 derajat disana sebelum seorang yeoja memberitahuku bahwa kau ada disini. Napeun chingu!!!!” tangis ku mulai meledak
“Hyung, sudah jangan seperti ini. Donghae tidak bersalah. Justru engkaulah yang bersalah. Donghae jadi seperti ini karena kau, karena kau Lee Hyuk Jae!!” Kyuhyun mulai berbicara dan berkata seakan-akan akulah penyebab donghae disini.
“Apa? Jadi kau menuduhku?” aku langsung menoleh kearah kyuhyun dengan tatapan tajam, kurasa.
“Yaa, karena kau. Donghae menyempatkan diri menemuimu dengan cuaca dingin seperti ini. Dan kau tahu? Donghae saat itu sedang kurang enak badan dan dia ngotot mengemudikan mobilnya sendirian. Padahal kau tahu donghae belum lancar sekali mengemudikan mobil ataupun motornya”
Leeteuk Hyung membenarkan perkataan Kyuhyun. Bahkan, leeteuk juga mengakui kalau aku yang salah disini.
“Huaaaaa, Donghae nae chingu. Mianhaeyo, neomu neomu mianhae. Aku akan menyakiti diriku sendiri apabila benar aku yang bersalah disini” aku tertunduk dan tangisku tak dapat ku cegah.
Tiba-Tiba...
“Ani” suara yang sangat dekat, hmm tidak, bahkan suara dari arah sampingku terdengar. Ternyata itu dari Donghae. Aku kaget dan menoleh.
“Kau? Eh, ng, sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku mulai penasaran
“Kau lucu dengan ekspresi wajah seperti itu” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak
“Kau? Masih bisa tertawa? Kau kan tadi sedang kritis?” sesungguhnya aku masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi disini...
“Hyung, matamu merah” teriak Ryeowook sambil tertawa
“Iya, matamu menjadi sipit sekali. Kau tahu? Matamu jadi seperti anjingmu, Chocho” kyuhyun mulai ikutan berkomentar.
“Bahkan mata chocho lebih besar dari punya eunhyuk” kata Sungmin sambil tersenyum kecil.
“Hyukjae, saengil chukkahamnida. Maaf terlah membuatmu khawatir” tiba-tiba donghae memberiku ucapan selamat.
“Ani, aku tidak akan memaafkanmu” jawabku ketus.
“Ayolah myeolchi. Maafkanlah donghaemu ini” siwon mulai merayuku.
Kulihat wajah donghae telah berganti menjadi aegyonya. Sama sekal aku belum pernah melihat ia seimut ini.
“Ya ya, fishy” aku mulai memeluknya.
Tokk.. Tokk
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan ternyata itu dari yeoja yang menghampiriku tadi.
“Annyeonghaseyo, hyung” yeoja itu mulai tersenyum. Dan kurasa yeoja ini juga bersekongkol untuk menjahiliku.
“Hey, masuk HyeGyo” Leeteuk mempersilahkan yeoja yang bernama Song Hye Gyo itu masuk.
“Wah, apa aku telah melewatkan adegan yang seru disini?” tanyanya.
“Hmm, sedikit nuna” jawab ryeowook.
“Hyuk, perkenalkan ini Song Hye Gyo” leeteuk mulai memperkenalkan yeoja itu padaku.
“Annyeonghaseyo, joneun Song Hye Gyo imnida” yeoja itu dengan cepat membungkukkan pundaknya kearahku.
“Yeoja ini temannya Donghae yang baru pulang dari Amerika. Kita semua memintanya untuk menghampirimu dan berkata bahwa donghae dalam keadaan kritis. Padahal ia baru saja datang ke Seoul tadi pagi. Hye Gyo, maaf ya merepotkanmu. Hehe”
“Ne, gwaenchana leeteuk oppa. Aku senang membantu kalian. Apalagi dalam hal jail-jailan seperti ini. Hihihi” yeoja itu mulai tersenyum kecil.
“Kau kira ini lucu?” ujarku dalam hati.
Aku kaget ketika yeoja ini langsung saja permisi keluar tanpa meminta maaf padaku atas apa yang ia perbuat tadi. Yeoja macam apa dia??
Keesokkan harinya....
Hari ini aku berniat berjalan-jalan bersama Donghae di taman dekat Seoul tower. Aku terkejut ketika aku melihat seorang yeoja bersama donghae dan mereka bercanda berdua.
“Hey, Hyuk Jae!!!” donghae memanggilku keras. Yeoja itu hanya tertawa-tawa saja dan tentu saja membuatku bingung.
Semakin dekat donghae dan yeoja itu padaku, semakin jelas pula tawa Hye Gyo. Karena penasaran, aku bertanya padanya.
“Eh, kenapa kau tertawa-tawa seperti itu?”
“Hahaha, apa kau yakin berpakaian seperti itu?” tanya Hye Gyo mempertanyakan pakaianku.
“Ya, tentu saja”
Aku melihat Hye Gyo menyenggol lengan Donghae yang kulihat sedang tertawa juga.
“Ya ampun eunhyuk, pakaianmu ini sama seperti saat kau ingin konser Super Show” ujar donghae.
“Memangnya? Ah, sudahlah. Biar orang-orang tahu kalau aku ini Lee Hyuk Jae, king of dancing”
“Huuu, pedenya” gumam Hye Gyo.
“Kau donghae, mengapa membawa yeoja ini bersama kau?” tanyaku rada ketus.
“Aku yang menyuruhnya ikut bersama kita. Sekalian refreshing setelah jenuh berkuatat dengan pelajaran di Amerika, apa salahnya bila jalan-jalan sebentar di kota kelahirannya”
“Yasudahlah, ayo kita ke Namsan Tower” tiba-tiba saja yeoja itu langsung menyambar tangan donghae dan membawa donghae jauh padaku. Aku kesal karena donghae terlalu memperhatikannya dibanding aku.
Di Namsan Tower...
Aku mengambil 1 gembok dan Hye Gyo juga mengambil 1 gembok. Rencanaya aku ingin menulis nama aku dan donghae di gembok itu. Supaya persahabatan kita tetap terjaga. Namun, aku tak tahu apa yang akan ditulis oleh Hye Gyo di gemboknya itu.
“Hye Gyo, apa kau telah mendapatkan namjachingu di Amerika?” tanya donghae penasaran. Tapi yang kulihat Hye Gyo hanya tersenyum kecil.
Setelah gembok kami sudah dalam keadaan terkunci, kami langsung membuang kunci itu dan sedikit memandangi keindahan bawah kota dari namsan tower di pagi hari. Keadaan dari atas sana cukup sejuk. Kulihat Hye Gyo kedinginan dan tepat sekali donghae sedang menggunakan jaket dan akhirnya donghae memberikan jaket itu pada Hye Gyo.
“Dasar, yeoja genit. Kenapa tidak terpikirkan olehnya membawa jaket sedangkan ia sendiri yang menginginkan pergi kesini dengan keadaan dingin?” batinku dengan sinisnya.
Akhirnya, kita pun pulang sekitar jam 5 sore setelah sebelumnya pergi ke restoran dan sauna. Hari ini sungguh menyebalkan bagiku. Kukira aku dan donghae akan bersama-sama berkeliling kota seoul dengan serunya, ternyata donghae malah membawa yeoja itu dan merusak acara kami.
Hari ini aku berniat berjalan-jalan bersama Donghae di taman dekat Seoul tower. Aku terkejut ketika aku melihat seorang yeoja bersama donghae dan mereka bercanda berdua.
“Hey, Hyuk Jae!!!” donghae memanggilku keras. Yeoja itu hanya tertawa-tawa saja dan tentu saja membuatku bingung.
Semakin dekat donghae dan yeoja itu padaku, semakin jelas pula tawa Hye Gyo. Karena penasaran, aku bertanya padanya.
“Eh, kenapa kau tertawa-tawa seperti itu?”
“Hahaha, apa kau yakin berpakaian seperti itu?” tanya Hye Gyo mempertanyakan pakaianku.
“Ya, tentu saja”
Aku melihat Hye Gyo menyenggol lengan Donghae yang kulihat sedang tertawa juga.
“Ya ampun eunhyuk, pakaianmu ini sama seperti saat kau ingin konser Super Show” ujar donghae.
“Memangnya? Ah, sudahlah. Biar orang-orang tahu kalau aku ini Lee Hyuk Jae, king of dancing”
“Huuu, pedenya” gumam Hye Gyo.
“Kau donghae, mengapa membawa yeoja ini bersama kau?” tanyaku rada ketus.
“Aku yang menyuruhnya ikut bersama kita. Sekalian refreshing setelah jenuh berkuatat dengan pelajaran di Amerika, apa salahnya bila jalan-jalan sebentar di kota kelahirannya”
“Yasudahlah, ayo kita ke Namsan Tower” tiba-tiba saja yeoja itu langsung menyambar tangan donghae dan membawa donghae jauh padaku. Aku kesal karena donghae terlalu memperhatikannya dibanding aku.
Di Namsan Tower...
Aku mengambil 1 gembok dan Hye Gyo juga mengambil 1 gembok. Rencanaya aku ingin menulis nama aku dan donghae di gembok itu. Supaya persahabatan kita tetap terjaga. Namun, aku tak tahu apa yang akan ditulis oleh Hye Gyo di gemboknya itu.
“Hye Gyo, apa kau telah mendapatkan namjachingu di Amerika?” tanya donghae penasaran. Tapi yang kulihat Hye Gyo hanya tersenyum kecil.
Setelah gembok kami sudah dalam keadaan terkunci, kami langsung membuang kunci itu dan sedikit memandangi keindahan bawah kota dari namsan tower di pagi hari. Keadaan dari atas sana cukup sejuk. Kulihat Hye Gyo kedinginan dan tepat sekali donghae sedang menggunakan jaket dan akhirnya donghae memberikan jaket itu pada Hye Gyo.
“Dasar, yeoja genit. Kenapa tidak terpikirkan olehnya membawa jaket sedangkan ia sendiri yang menginginkan pergi kesini dengan keadaan dingin?” batinku dengan sinisnya.
Akhirnya, kita pun pulang sekitar jam 5 sore setelah sebelumnya pergi ke restoran dan sauna. Hari ini sungguh menyebalkan bagiku. Kukira aku dan donghae akan bersama-sama berkeliling kota seoul dengan serunya, ternyata donghae malah membawa yeoja itu dan merusak acara kami.
Di dorm malam hari jam 8...
Kulihat orang-orang sedang sibuk menonton sepak bola di ruang tengah. Aku yang tak begitu menyukai bola berniat untuk membawa laptop kesayanganku ke meja kecil dekat dapur dan mulai mencari video baru dari internet. Tiba-tiba...
Kulihat orang-orang sedang sibuk menonton sepak bola di ruang tengah. Aku yang tak begitu menyukai bola berniat untuk membawa laptop kesayanganku ke meja kecil dekat dapur dan mulai mencari video baru dari internet. Tiba-tiba...
“Apa yang sedang kau lakukan?” suara Hye Gyo mengagetkanku dan langsung saja duduk di bangku sebelahku dengan wajah penasaran.
Dengan cepat langsung ku tutup laptop yang sedang loading ke website yadong langgananku.
“Eh, hmm tidak ada” jawabku gugup. Bisa mati aku kalau sampai Hye Gyo, seorang perempuan melihat aku membuka website ini.
“Ini..” Hye Gyo menyodorkan secangkir coklat panas yang baru dibuatnya tadi.
“Apa ini?” tanyaku pura-pura tak tahu.
“Coklat panas buatanku sendiri. Sebagai permintaan maaf atas kejailanku kemarin. Dan double, sebagai ucapan selamat ulang tahun” jawabnya dengan senyuman dan lesung pipi di bawah bibirnya, jelas seperti senyum milik leeteuk. Tak tahu mengapa aku tak bisa menolak pemberiannya. Padahal aku tahu bahwa aku tak suka dengannya karena ia telah merebut donghae dariku.
“Gomawo” langsung saja aku merasakan manisnya coklat buatannya. Manisnya sama ketika aku melihatnya tersenyum. Eh, apa yang aku katakan tadi? Senyum Hye Gyo manis? Ya memang.
“Eunhyuk?” Hye Gyo memanggil namaku.
“Ada apa?”
“Itu, eh... Maaf” Hye Gyo langsung membersihkan bibirku dari coklat sisa dengan tangannya. Aku langsung terkejut dan mendadak jadi salah tingkah.
“Baru saja genap 26 tahun, tapi kelakuanmu masih seperti anak kecil. Haha” kulihat lesung pipi yang manis itu.
“Ku mohon, hye gyo. Jangan munculkan senyummu yang manis itu” batinku.
Tiba-Tiba...
“Hye Gyo, ayo nonton bersama kami disini!” teriak Donghae
“Ya, sebentar..” jawab Hye Gyo dan sebelum ia meninggalkanku, ia menoleh kearahku dan berkata...
“Habiskan ya coklatnya, myeolchi” ia tersenyum lagi.
“Myeolchi? Apa aku tak salah dengar? Ia memanggilku dengan sebutan itu. Darimana ia tahu?” batinku.
Malam hari jam 10 dihari yang sama...
Kreeeeek, suara bintu terbuka dari arah kamar Hye Gyo. Aku penasaran dan keluar dari kamar dengan suasana dan lampu yang sudah dimatikan. Yang lain sudah tertidur lelap.
Tiba-Tiba...
Braaaaak. Aku menabrak seseorang yang tak ku kenal karena lampu malam itu sudah redup. Dengan cepat aku merogoh handphone yang berada di sakuku untuk membantu penerangan. Ternyata seseorang yang kutabrak itu adalah Hye Gyo. Aku bingung kenapa malam-malam seperti ini ia masih belum tidur.
“Kenapa belum tidur?”
“Aku punya insomnia dari kecil”
“Insomnia? Apa kau punya obatnya?”
“Ya, tapi kebetulan obat itu habis”
“Hmm, trus gimana dong?”
“Sebenarnya aku ingin menonton tv sampai insomiaku ini hilang. Namun, tak kusangka kau juga belum tidur”
“Ya, tadi aku mendengar suara dari arah kamarmu. Aku penasaran dan coba untuk keluar”
“Maaf karena telah menggaggu tidurmu, eunhyuk. Sekarang kau bisa kembai tidur. Biar aku yang disini menonton tv”
“Boleh aku menemanimu? Kebetulan aku juga belum ngantuk” sebetulnya aku berbohong pada Hye Gyo soal aku tidak mengatuk. Tentu saja aku sangat sangat ngantuk, karena perjalanan tadi pagi itu sungguh membuatku lelah. Namun entah mengapa tiba-tiba aku berubah pikiran dan berniat untuk menemaninya.
“Boleh, dengan senang hati”
Lalu Hye Gyo pun menyalakan tv dan duduk bersamaku di sofa. Setelah merasa mendapatkan channel tv yang pas, kami mulai menikmatinya.
Keesokkan harinya...
Aku mendapati diriku tidur diatas sofa sendirian “Loh, dimana Hye Gyo? Bukannya tadi malam ia bersamaku?” batinku.
Saat kulihat kearah meja yang berada didepanku, terdapat sepotong roti bakar.
“Hmm, ini pasti buatan donghae” pekikku.
“Kau sudah bangun Eunhyuk?”tiba-tiba sudah ada Hye Gyo berdiri didepanku membawa secangkir coklat panas, lagi.
“Ini yang buat, kau?” tanyaku tak percaya. “Darimana ia tahu kalau pagi-pagi aku suka makan roti bakar?” batinku lagi.
“Iya, donghae yang memberitahuku untuk membuatkan roti bakar ini untukmu”
“Oh, baiklah. Hmm, ngomong-ngomong imsomniamu sudah hilang?” tanyaku.
“Ya... Tadi malam kau jahat sekali meninggalkannku nonton sendirian”
“Ah benarkah?” tanyaku sedikit malu.
“Hmm, 15 menit setelah kau duduk di sofa, tiba-tiba saja aku telah mendengar kau mengorok. Kencang sekali”
“Hehehe, maafkan aku. Aku capek sekali” jawabku dengan wajah memerah.
“Ya tak apa-apa. Lain kali kalau kau merasa tidak kuat untuk membatu seseorang, seharusnya jangan dilakukan”
“Ya, lain kali tak akan aku lakukan”
Dengan cepat langsung ku tutup laptop yang sedang loading ke website yadong langgananku.
“Eh, hmm tidak ada” jawabku gugup. Bisa mati aku kalau sampai Hye Gyo, seorang perempuan melihat aku membuka website ini.
“Ini..” Hye Gyo menyodorkan secangkir coklat panas yang baru dibuatnya tadi.
“Apa ini?” tanyaku pura-pura tak tahu.
“Coklat panas buatanku sendiri. Sebagai permintaan maaf atas kejailanku kemarin. Dan double, sebagai ucapan selamat ulang tahun” jawabnya dengan senyuman dan lesung pipi di bawah bibirnya, jelas seperti senyum milik leeteuk. Tak tahu mengapa aku tak bisa menolak pemberiannya. Padahal aku tahu bahwa aku tak suka dengannya karena ia telah merebut donghae dariku.
“Gomawo” langsung saja aku merasakan manisnya coklat buatannya. Manisnya sama ketika aku melihatnya tersenyum. Eh, apa yang aku katakan tadi? Senyum Hye Gyo manis? Ya memang.
“Eunhyuk?” Hye Gyo memanggil namaku.
“Ada apa?”
“Itu, eh... Maaf” Hye Gyo langsung membersihkan bibirku dari coklat sisa dengan tangannya. Aku langsung terkejut dan mendadak jadi salah tingkah.
“Baru saja genap 26 tahun, tapi kelakuanmu masih seperti anak kecil. Haha” kulihat lesung pipi yang manis itu.
“Ku mohon, hye gyo. Jangan munculkan senyummu yang manis itu” batinku.
Tiba-Tiba...
“Hye Gyo, ayo nonton bersama kami disini!” teriak Donghae
“Ya, sebentar..” jawab Hye Gyo dan sebelum ia meninggalkanku, ia menoleh kearahku dan berkata...
“Habiskan ya coklatnya, myeolchi” ia tersenyum lagi.
“Myeolchi? Apa aku tak salah dengar? Ia memanggilku dengan sebutan itu. Darimana ia tahu?” batinku.
Malam hari jam 10 dihari yang sama...
Kreeeeek, suara bintu terbuka dari arah kamar Hye Gyo. Aku penasaran dan keluar dari kamar dengan suasana dan lampu yang sudah dimatikan. Yang lain sudah tertidur lelap.
Tiba-Tiba...
Braaaaak. Aku menabrak seseorang yang tak ku kenal karena lampu malam itu sudah redup. Dengan cepat aku merogoh handphone yang berada di sakuku untuk membantu penerangan. Ternyata seseorang yang kutabrak itu adalah Hye Gyo. Aku bingung kenapa malam-malam seperti ini ia masih belum tidur.
“Kenapa belum tidur?”
“Aku punya insomnia dari kecil”
“Insomnia? Apa kau punya obatnya?”
“Ya, tapi kebetulan obat itu habis”
“Hmm, trus gimana dong?”
“Sebenarnya aku ingin menonton tv sampai insomiaku ini hilang. Namun, tak kusangka kau juga belum tidur”
“Ya, tadi aku mendengar suara dari arah kamarmu. Aku penasaran dan coba untuk keluar”
“Maaf karena telah menggaggu tidurmu, eunhyuk. Sekarang kau bisa kembai tidur. Biar aku yang disini menonton tv”
“Boleh aku menemanimu? Kebetulan aku juga belum ngantuk” sebetulnya aku berbohong pada Hye Gyo soal aku tidak mengatuk. Tentu saja aku sangat sangat ngantuk, karena perjalanan tadi pagi itu sungguh membuatku lelah. Namun entah mengapa tiba-tiba aku berubah pikiran dan berniat untuk menemaninya.
“Boleh, dengan senang hati”
Lalu Hye Gyo pun menyalakan tv dan duduk bersamaku di sofa. Setelah merasa mendapatkan channel tv yang pas, kami mulai menikmatinya.
Keesokkan harinya...
Aku mendapati diriku tidur diatas sofa sendirian “Loh, dimana Hye Gyo? Bukannya tadi malam ia bersamaku?” batinku.
Saat kulihat kearah meja yang berada didepanku, terdapat sepotong roti bakar.
“Hmm, ini pasti buatan donghae” pekikku.
“Kau sudah bangun Eunhyuk?”tiba-tiba sudah ada Hye Gyo berdiri didepanku membawa secangkir coklat panas, lagi.
“Ini yang buat, kau?” tanyaku tak percaya. “Darimana ia tahu kalau pagi-pagi aku suka makan roti bakar?” batinku lagi.
“Iya, donghae yang memberitahuku untuk membuatkan roti bakar ini untukmu”
“Oh, baiklah. Hmm, ngomong-ngomong imsomniamu sudah hilang?” tanyaku.
“Ya... Tadi malam kau jahat sekali meninggalkannku nonton sendirian”
“Ah benarkah?” tanyaku sedikit malu.
“Hmm, 15 menit setelah kau duduk di sofa, tiba-tiba saja aku telah mendengar kau mengorok. Kencang sekali”
“Hehehe, maafkan aku. Aku capek sekali” jawabku dengan wajah memerah.
“Ya tak apa-apa. Lain kali kalau kau merasa tidak kuat untuk membatu seseorang, seharusnya jangan dilakukan”
“Ya, lain kali tak akan aku lakukan”
5 menit setelah saling terdiam...
“Hye Gyo”
“Ya?”
Tiba-tiba saja aku langsung mencium pipinya. Dan aku rasa Hye Gyo kaget karena perbuatanku itu.
“Apa yang tadi kau lakukan eunhyuk?” tanyanya.
“Hmm, maaf kalau tadi akau telah membuatmu kaget. Tak terasa karena kedekatan kita, aku merasa ada yang berbeda. Aku... hmm... Menyayangimu” tiba-tiba saja kata-kata ini keluar dari mulutku.
“Menyayangiku?”
“Aku tahu ini salah. Sebelumnya aku membencimu karena kurasa kau telah merebut donghae dariku. Namun aku sadar bahwa kau adalah teman dekat donghae lebih dekat dari aku”
“Tapi maaf, eunhyuk”
“Maaf untuk apa? Apa kau sudah punya namjachingu? Namja yang kau tulis namanya di Namsan Tower?” tanyaku.
Kulihat Hye Gyo keluar dari dorm. Dan aku mencoba untuk mengikutinya. Ternyata ia pergi ke Namsan Tower. Tiba-tiba saja hujan turun satu-persatu. Ketika sampai diatas, ia terlihat mencari sesuatu. Aku tetap berada dibelakangnya. Hujan lama kelamaan semakin deras. Dan...
“Kau mau tahu siapa namja yang aku tulis digembok ini?” Iya bertanya padaku dan menyodorkan gembok yang telah dikunci rapat. Terdapat tulisan ‘Song Hye Gyo saranghae Lee Hyuk Jae, Yeongwonhi’
Sungguh, aku terkejut ketika melihat tulisan itu.
“Nado saranghaeyo, song hye gyo” pekikku sambil memeluk Hye Gyo ditengah derasnya hujan.
That is so Romatic...
“Hye Gyo”
“Ya?”
Tiba-tiba saja aku langsung mencium pipinya. Dan aku rasa Hye Gyo kaget karena perbuatanku itu.
“Apa yang tadi kau lakukan eunhyuk?” tanyanya.
“Hmm, maaf kalau tadi akau telah membuatmu kaget. Tak terasa karena kedekatan kita, aku merasa ada yang berbeda. Aku... hmm... Menyayangimu” tiba-tiba saja kata-kata ini keluar dari mulutku.
“Menyayangiku?”
“Aku tahu ini salah. Sebelumnya aku membencimu karena kurasa kau telah merebut donghae dariku. Namun aku sadar bahwa kau adalah teman dekat donghae lebih dekat dari aku”
“Tapi maaf, eunhyuk”
“Maaf untuk apa? Apa kau sudah punya namjachingu? Namja yang kau tulis namanya di Namsan Tower?” tanyaku.
Kulihat Hye Gyo keluar dari dorm. Dan aku mencoba untuk mengikutinya. Ternyata ia pergi ke Namsan Tower. Tiba-tiba saja hujan turun satu-persatu. Ketika sampai diatas, ia terlihat mencari sesuatu. Aku tetap berada dibelakangnya. Hujan lama kelamaan semakin deras. Dan...
“Kau mau tahu siapa namja yang aku tulis digembok ini?” Iya bertanya padaku dan menyodorkan gembok yang telah dikunci rapat. Terdapat tulisan ‘Song Hye Gyo saranghae Lee Hyuk Jae, Yeongwonhi’
Sungguh, aku terkejut ketika melihat tulisan itu.
“Nado saranghaeyo, song hye gyo” pekikku sambil memeluk Hye Gyo ditengah derasnya hujan.
That is so Romatic...
----THE END----

0 komentar:
Posting Komentar