- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF
Previous part 1 (Annoying Yeoja)
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.
Part 2 MY CLOTHES ADDED
Di
Hotel Jakarta>>>
“jiyeon, kostum apa yang ingin kita pakai untuk nanti malam?” tanya siwon sambil meneguk segelas air putih.
“hmm, tak jauh beda dengan kostum SS4 yang lain” katanya lalu duduk di meja kecil dekat ruang tengah. Tiba-tiba saja kulihat donghae mendatangi jiyeon yang sedang asik mengutak atik iPadnya dan langsung duduk disebelahnya.
“oh ya, tapi ada perbedaan kostum untuk eunhyuk....” kata leeteuk tiba-tiba mengagetkan kita semua. Aku yang mendengar itu juga ikut kaget, karena sebelumnya tak pernah ada perbedaan kostum yang mencolok dengan member suju yang lain.
“mwo? Kenapa aku saja?” tanyaku sambil menunjuk wajahku dengan jari telunjuk.
“karena hanya kau saja yang punya kharisma keren dimata ELF” jawab leeteuk singkat.
“enak saja dimata ELF, C U M A D I M A T A J E W E L S” sewot kyuhyun sambil mengeja perkataannya.
Aku hanya bisa menatapnya dengan lirikan saja.
“yasudah, untuk lebih jelasnya kau tanya saja dengan jiyeon. Dia yang akan mengurus itu semua”
“APA? Yeoja itu?” tanyaku kaget sambil menunjuk jiyeon yang sedang duduk santai di bangku. Seperti ia tidak tahu apa-apa.
Lalu akupun memalingkan wajahku dan mencibirkan bibirku kepada leeteuk. Seperti anak kecil lucu yang sedang ngambek.
“jiyeon, kostum apa yang ingin kita pakai untuk nanti malam?” tanya siwon sambil meneguk segelas air putih.
“hmm, tak jauh beda dengan kostum SS4 yang lain” katanya lalu duduk di meja kecil dekat ruang tengah. Tiba-tiba saja kulihat donghae mendatangi jiyeon yang sedang asik mengutak atik iPadnya dan langsung duduk disebelahnya.
“oh ya, tapi ada perbedaan kostum untuk eunhyuk....” kata leeteuk tiba-tiba mengagetkan kita semua. Aku yang mendengar itu juga ikut kaget, karena sebelumnya tak pernah ada perbedaan kostum yang mencolok dengan member suju yang lain.
“mwo? Kenapa aku saja?” tanyaku sambil menunjuk wajahku dengan jari telunjuk.
“karena hanya kau saja yang punya kharisma keren dimata ELF” jawab leeteuk singkat.
“enak saja dimata ELF, C U M A D I M A T A J E W E L S” sewot kyuhyun sambil mengeja perkataannya.
Aku hanya bisa menatapnya dengan lirikan saja.
“yasudah, untuk lebih jelasnya kau tanya saja dengan jiyeon. Dia yang akan mengurus itu semua”
“APA? Yeoja itu?” tanyaku kaget sambil menunjuk jiyeon yang sedang duduk santai di bangku. Seperti ia tidak tahu apa-apa.
Lalu akupun memalingkan wajahku dan mencibirkan bibirku kepada leeteuk. Seperti anak kecil lucu yang sedang ngambek.
5 jam
sebelum konser>>>
“Hey
jiyeon!” teriakku sambil bertolak pinggang. Saat itu aku sudah memakai kostum
ku, tapi aku belum tahu tambahan apa yag dimaksud oleh leeteuk tadi siang.
“apa?” jawab jiyeon hambar dan meninggalkan donghae yang sedang berdiskusi tentang kostum dengannya.
“mana?” tanyaku.
“mana apa?”
“tambahan kostum untukku. Jangan bilang kalau leeteuk belum memberitahunya?”
“andwae andwae. Dia sudah memberitahuku. Sebentar aku ambil dulu” kulihat jiyeon berlari keruang kostum lalu kembali lagi kesini beberapa menit kemudian dengan tambahan kostum di lengannya. “yeoja ini sungguh cekatan. Tapi aku kasihan dengannya, pasti pekerjaan dia ini begitu melelahkan” sempat terbesit dipikiranku kata-kata seperti itu. Lalu tiba-tiba saja ia menyodorkannya padaku barang yang kuminta dan meninggalkanku pergi.
Aku dibuat kesal dengan tingkahnya itu.
“kenapa begitu tingkahnya padaku? Dengan donghae dan lainnya saya ia begitu perhatian. Kenapa denganku ia begitu dingin? Karena kejadian semalam saat aku menyodorkaan choco kewajahnya? Tapi itu sudah impas dengan perkataan dia tengah malam itu. Dengan seenaknya ia berkata kalau choco itu makhluk jelek” gumamku.
“hah, pabonya aku sempat mengasihani dirinya. Ah, pabo hyuk!” batinku lalu memukul kepalaku.
“apa?” jawab jiyeon hambar dan meninggalkan donghae yang sedang berdiskusi tentang kostum dengannya.
“mana?” tanyaku.
“mana apa?”
“tambahan kostum untukku. Jangan bilang kalau leeteuk belum memberitahunya?”
“andwae andwae. Dia sudah memberitahuku. Sebentar aku ambil dulu” kulihat jiyeon berlari keruang kostum lalu kembali lagi kesini beberapa menit kemudian dengan tambahan kostum di lengannya. “yeoja ini sungguh cekatan. Tapi aku kasihan dengannya, pasti pekerjaan dia ini begitu melelahkan” sempat terbesit dipikiranku kata-kata seperti itu. Lalu tiba-tiba saja ia menyodorkannya padaku barang yang kuminta dan meninggalkanku pergi.
Aku dibuat kesal dengan tingkahnya itu.
“kenapa begitu tingkahnya padaku? Dengan donghae dan lainnya saya ia begitu perhatian. Kenapa denganku ia begitu dingin? Karena kejadian semalam saat aku menyodorkaan choco kewajahnya? Tapi itu sudah impas dengan perkataan dia tengah malam itu. Dengan seenaknya ia berkata kalau choco itu makhluk jelek” gumamku.
“hah, pabonya aku sempat mengasihani dirinya. Ah, pabo hyuk!” batinku lalu memukul kepalaku.
1 jam
menuju SS4 INA>>>
“eunhyuk
mana eunhyuk?” tanya leeteuk mencari-cari diriku.
“aku disini hyung” jawabku sambil mengacungkan tangan dan berjalan menghampirinya.
“loh, kok kamu belum memakai kostum tambahannya?” tanya leeteuk sambil mengerenyitkan dahi.
“maaf hyung, aku tidak bisa memakainya” jawabku.
“kostum ini tak aku mengerti cara pemakaiannya” lanjutku.
“kenapa kau tidak meminta jiyeon untuk membantu?” geram leeteuk.
“habis, dia begitu dingin padaku. Dengan seenaknya ia meninggalkanku pergi” kataku sambil melirik kearah jiyeon berharap agar jiyeon dimarahi oleh leeteuk.
“seharusnya kalau tidak bisa kau meminta bantuannya. Aku yakin jiyeon itu bukan bersikap dingin padamu melainkan ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kamu saja yang terlalu sensitif ingin selalu diperhatikan” tiba-tiba bukan jiyeon dimarahi oleh leeteuk melainkan aku. Pada saat itu aku jadi tambah kesal dengan jiyeon.
“sudah sana kau keruangannya! Ingat, 1 jam lagi kita akan tampil. Lupakan egomu dan minta bantuan jiyeon. Aku tunggu kau di backstage dengan tambahan kostum yang ku minta” kata leeteuk lalu pergi berlalu.
Aku hanya bisa menunduk dan mengangguk-angguk tanpa bisa membela diri. Akhirnya aku putuskan untuk datang ke ruangan jiyeon.
“aku disini hyung” jawabku sambil mengacungkan tangan dan berjalan menghampirinya.
“loh, kok kamu belum memakai kostum tambahannya?” tanya leeteuk sambil mengerenyitkan dahi.
“maaf hyung, aku tidak bisa memakainya” jawabku.
“kostum ini tak aku mengerti cara pemakaiannya” lanjutku.
“kenapa kau tidak meminta jiyeon untuk membantu?” geram leeteuk.
“habis, dia begitu dingin padaku. Dengan seenaknya ia meninggalkanku pergi” kataku sambil melirik kearah jiyeon berharap agar jiyeon dimarahi oleh leeteuk.
“seharusnya kalau tidak bisa kau meminta bantuannya. Aku yakin jiyeon itu bukan bersikap dingin padamu melainkan ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kamu saja yang terlalu sensitif ingin selalu diperhatikan” tiba-tiba bukan jiyeon dimarahi oleh leeteuk melainkan aku. Pada saat itu aku jadi tambah kesal dengan jiyeon.
“sudah sana kau keruangannya! Ingat, 1 jam lagi kita akan tampil. Lupakan egomu dan minta bantuan jiyeon. Aku tunggu kau di backstage dengan tambahan kostum yang ku minta” kata leeteuk lalu pergi berlalu.
Aku hanya bisa menunduk dan mengangguk-angguk tanpa bisa membela diri. Akhirnya aku putuskan untuk datang ke ruangan jiyeon.
Diruang Jiyeon>>>
“tokk..tokk..tokk”
kuketuk pintu besar bertuliskan ‘STAFF’ itu. Dengan perlahan lalu aku buka
pintu tersebut tanpa membiarkan jiyeon membukanya terlebih dahulu.
“annyeong...” gumamku pelan sambil menengok kanan dan kiri mencoba mencari jiyeon disetiap sudut ruangan. Namun tak ada.
Tiba-tiba saja...
“apa yang sedang kau lakukan disini?” suara sesorang yang kukenal mengagetkanku. Dengan cepat langsung ku menoleh kearah suara itu.
Ternyata dia Jiyeon. Tiba-tiba saja aku tak tahu harus berbuat apa. Aku terlalu keget dibuatnya.
“sedang apa kau kesini, hyuk?” tanyanya dengan wajah ingin tahu.
“eh, ng....ng.... itu....ng. Aku ingin meminta bantuanmu untuk memberitahu bagaimana cara memakai kostum tambahan ini” kataku sedikit terbata lalu menyodorkan kostum tambahan itu pada jiyeon. Aku harap sih dia akan mengambilnya dan akan memberitahu.
“hmm, sini biar aku yang memakainya” katanya tiba-tiba dan langsung mengambil kostum tambahan itu.
Beberapa menit setelah jiyeon memasangkan kostum tersebut.
“Hmm, begitu canggung” batinku.
“Sudah selesai” katanya lalu pergi dari hadapanku.
Lalu tiba-tiba saja kata-kata ini terlontar dari mulutku.
“Jiyeon, kenapa kau begitu dingin padaku”
Kulihat ia berhenti berjalan dan mematung 1 meter didepanku.
“Jiyeon-ssi, jawab! Aku tak suka bila ada seseorang yang berlaku seperti itu padaku. Apalagi seorang yeoja” kataku sambil menaikkan kepala yang semula menunduk. Kulihat jiyeon masih mematung.
“semua ini karena kemarin malam? Tapi apakah itu sudah impas, jiyeon-ssi?” tanyaku lagi. Tapi tetap saja ia tidak menjawab.
“Baik... Kalau memang begitu, aku tidak bisa menyalahkan choco. Itu terlalu sulit. Kalau kau belum menganggap itu impas, hmm.... yasudah” kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
-------------------Super Show 4 Indonesia-------------------
“annyeong...” gumamku pelan sambil menengok kanan dan kiri mencoba mencari jiyeon disetiap sudut ruangan. Namun tak ada.
Tiba-tiba saja...
“apa yang sedang kau lakukan disini?” suara sesorang yang kukenal mengagetkanku. Dengan cepat langsung ku menoleh kearah suara itu.
Ternyata dia Jiyeon. Tiba-tiba saja aku tak tahu harus berbuat apa. Aku terlalu keget dibuatnya.
“sedang apa kau kesini, hyuk?” tanyanya dengan wajah ingin tahu.
“eh, ng....ng.... itu....ng. Aku ingin meminta bantuanmu untuk memberitahu bagaimana cara memakai kostum tambahan ini” kataku sedikit terbata lalu menyodorkan kostum tambahan itu pada jiyeon. Aku harap sih dia akan mengambilnya dan akan memberitahu.
“hmm, sini biar aku yang memakainya” katanya tiba-tiba dan langsung mengambil kostum tambahan itu.
Beberapa menit setelah jiyeon memasangkan kostum tersebut.
“Hmm, begitu canggung” batinku.
“Sudah selesai” katanya lalu pergi dari hadapanku.
Lalu tiba-tiba saja kata-kata ini terlontar dari mulutku.
“Jiyeon, kenapa kau begitu dingin padaku”
Kulihat ia berhenti berjalan dan mematung 1 meter didepanku.
“Jiyeon-ssi, jawab! Aku tak suka bila ada seseorang yang berlaku seperti itu padaku. Apalagi seorang yeoja” kataku sambil menaikkan kepala yang semula menunduk. Kulihat jiyeon masih mematung.
“semua ini karena kemarin malam? Tapi apakah itu sudah impas, jiyeon-ssi?” tanyaku lagi. Tapi tetap saja ia tidak menjawab.
“Baik... Kalau memang begitu, aku tidak bisa menyalahkan choco. Itu terlalu sulit. Kalau kau belum menganggap itu impas, hmm.... yasudah” kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
-------------------Super Show 4 Indonesia-------------------
To be continued...

0 komentar:
Posting Komentar