Jumat, 24 Februari 2012
I Hate You But I Love You
---hari ini adalah hari valentine dan hatiku berdegup kencang, tanganku dingin, tubuhku berkeringat dingin. Singkat kata aku sedang gugup saat ini karena hari ini aku berniat menyatakan perasaanku kepada seorang namja tampan kenalanku, hm tidak bukan hanya aku saja, kupikir semua yeoja didunia ini mengenalnya---
Yeon Ah's POV
Hai namaku Yeon Ah, Lee Yeon Ah. Pagi ini aku akan bersiap-siap untuk pergi ke dorm Super Junior seperti hari-hari biasanya. Hmm aku adalah adik dari salah satu member SUJU, Lee Donghae. Menurutku aku adalah yeoja yang saaangaat beruntung karena bisa bertemu dengan member SUJU setiap harinya. Begitu senangnya aku karena aku juga termasuk ELF loh... Maka dari itu aku bersyukur sekali terlahir menjadi adik Donghae. Ohiya bias utamaku di SUJU itu kakakku loh!^^ kemudian Eunhyuk, Kyuhyun dan Siwon.
Setelah selesai bersiap-siap aku langsung bergegas menuju dorm. Sesampainya disana, aku melihat seorang namja sedang duduk melamun di depan dorm. Ku lihat dengan seksama dan oh ternyata itu member terdekat kakakku sekaligus member yang lumayan dekat juga denganku, Lee Hyuk Jae atau lebih dikenal dengan nama Eunhyuk.
"Hey Eunhyuk! Sedang apa kau?pagi-pagi udah melamun aja?" Tanyaku. Ia tersadar dari lamunannya, "Hai Yeon Ah! Sejak kapan kau disini?"
"Ah kau ini masa tidak sadar sih ckck aku baru aja sampai, dan aku melihatmu melamun. Ada apa?"
"Ah ani... Ayo masuk" Aku pun mengikutinya. Di dalam aku melihat para member sedang sarapan, aku menghampiri mereka.
"Haloo kakak-kakak Super Junior hahaha "
"Wah sejak kapan kau memanggil kami kakak?:O" Kata Yesung dengan membuat tatapan kaget.
"Ahaha iseng aja aku memanggil kalian kakak hari ini tidak apalah haha." Disaat semua sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba saja Kyuhyun berteriak, "WAAA AWAS YEON AH! DI BAWAH KAKIMU ADA KECOA!!"
"HYAAAA!!" Aku yang takut pada binatang itu langsung berlari-larian kesana kemari seperti orang gila dan saat kulihat ketempat dimana Kyuhyun bilang ada kecoa ternyata disana tidak ada hewan apapun.
"KYUHYUUUUUNN!! KAU MENGERJAIKU LAGI?!?!" Dengan spontan kukejar Kyuhyun namun larinya lebih cepat dariku sehingga aku tak bisa mengejarnya.
"Hahaahahahaha kena lagi kau Yeon Ah" Haaah Kyuhyun memang sangaaaaatt menyebalkan! Setiap aku datang ke dorm ah tidak, tidak hanya di dorm namun ditempat-tempat lain pokoknya saat aku bertemu dengannya pasti dia mengerjaiku fuh dasar tukang iseng. Tapi entah kenapa dia bisa menjadi biasku-_-.
Choose You or Him?
Chae Rim’s POV
“hey!” tiba-tiba seorang namja memanggilku yang sedang menikmati bunga Canola bermekaran di Pulau Jeju. Namja itu langsung memukul pundakku ketika ia berada dibelakangku.
“aih, kau mengganggu saja. Ada apa?” tanyaku sedikit kesal.
“maaf maaf. Tidak ada apa-apa. Oh ya, kemarin aku baru mengajak yeojachingu ku pergi ke seoul tower. Hmm, tepatnya ke namsan tower” ceritanya panjang lebar.
“kau bilang tadi tidak ada yang ingin kau katakan, tapi ternyata sekarang kau berbicara panjang lebar tentang kisah mu bersama yeojachingu mu itu di namsan. Huh, kau begitu labil” ujarku sambil terus menatap hamparan kuning bunga canola.
“hehe, maaf sekali lagi. Oh ya, disana aku dan yeojaku menulis nama kami digembok merah jambu. Ya ampun, so sweet banget deh pokoknya. Trus kami ...” belum selesai min woo berbicara, aku langsung meninggalkannya dan membuat ia mematung karena sikapku ini.
Min Woo’s POV
“hey!” tiba-tiba seorang namja memanggilku yang sedang menikmati bunga Canola bermekaran di Pulau Jeju. Namja itu langsung memukul pundakku ketika ia berada dibelakangku.
“aih, kau mengganggu saja. Ada apa?” tanyaku sedikit kesal.
“maaf maaf. Tidak ada apa-apa. Oh ya, kemarin aku baru mengajak yeojachingu ku pergi ke seoul tower. Hmm, tepatnya ke namsan tower” ceritanya panjang lebar.
“kau bilang tadi tidak ada yang ingin kau katakan, tapi ternyata sekarang kau berbicara panjang lebar tentang kisah mu bersama yeojachingu mu itu di namsan. Huh, kau begitu labil” ujarku sambil terus menatap hamparan kuning bunga canola.
“hehe, maaf sekali lagi. Oh ya, disana aku dan yeojaku menulis nama kami digembok merah jambu. Ya ampun, so sweet banget deh pokoknya. Trus kami ...” belum selesai min woo berbicara, aku langsung meninggalkannya dan membuat ia mematung karena sikapku ini.
Min Woo’s POV
“Trus kami ...” belum selesai aku berbicara dengannya, tiba-tiba chae rim langsung meninggalkanku dan pergi menghilang entah kemana. Aku sungguh kaget ketika ia meninggalkanku seenaknya. Chae rim sama sekali belum pernah berbuat ini kepadaku. Ia selalu mendengarkan kisah sedih, senang yang aku lontarkan dari mulutku. Namun sekarang tidak. “Ada apa dengannya?” sebenarnya kata-kata itu yang ingin aku tanyakan padanya sejak awal. Tapi aku tak bisa, aku terlalu takut menyinggung perasaannya dan mencampuri urusannya. Jadi aku terpaksa mengurungkan niatku itu.
Chae Rim’s POV
“Ya ampun Min Woo, kenapa sih dia gak pernah peka sama perasaan aku sekarang? Kenapa saat dia bercerita dan aku menanggapinya dengan kata-kata yang ketus, dia bukannya bertanya apa yang terjadi denganku, tapi dia malah terus menceritakan bahwa ia habis pergi bersama ‘yeoja genit’nya itu. Min woo, min woo, aku tak suka kau bersama dia” pekikku sambil marah-marah sendiri dijalanan sesaat setelah aku meninggalkan Min Woo 15 menit yang lalu.
Aku terus berjalan dan berjalan dari pulau jeju menuju motel yang aku dan min woo sewa. Rencannya kami akan menginap di jeju ini sekitar 5 hari karena saat ini sekolah kami sedang liburan musim semi, jadi sekalian refreshing.
Ketika aku sedang mengeluarkan kunci pintu kamarku dari saku jeans ku, tiba-tiba datang seorang namja hanya berpakaian dengan handuk putih dengan wajah dan tubuh dipenuhi sabun. Namja itu terlihat meraba-raba jalannya karena matanya tertutupi oleh sabun.
Aku terus berjalan dan berjalan dari pulau jeju menuju motel yang aku dan min woo sewa. Rencannya kami akan menginap di jeju ini sekitar 5 hari karena saat ini sekolah kami sedang liburan musim semi, jadi sekalian refreshing.
Ketika aku sedang mengeluarkan kunci pintu kamarku dari saku jeans ku, tiba-tiba datang seorang namja hanya berpakaian dengan handuk putih dengan wajah dan tubuh dipenuhi sabun. Namja itu terlihat meraba-raba jalannya karena matanya tertutupi oleh sabun.
Selasa, 07 Februari 2012
Namsan I'm In ♥
“eunhyuk... eunhyuk...” seorang yeoja tak ku kenal memanggilku dari arah belakang. Dengan cepat aku menoleh ke arahnya
“ada apa?” tanyaku
“Itu.. ng..mm.. Donghae kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis”
“APA!!!” perkataannya sontak membuatku kaget dan langsung berlari meninggalkan yeoja itu. Padahal aku sendiri tak tahu donghae berada di rumah sakit apa. Lalu aku kembali menghampiri yeoja itu
“Mm, nama rumah sakitnya apa? Cepat katakan” aku mulai panik dan tanpa sengaja air mataku menetes. Sungguh aku menghawatirkan sahabat ku itu
“Rumah Sakit dekat kota Seoul” yeoja itu kelihatan panik juga dan berkata sedikit gemetar.
Setelah yeoja itu mengatakan nama rumah sakitnya, aku langsung berlari menuju stasiun bis terdekat. Perasaaanku malam itu sungguh kacau.
“Mana mungkin dihari ulang tahunku ini, aku harus melihat sahabatku sendiri terbaring dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya? Mana mungkin?? Ya Tuhan, sungguh kau jahat sekali padaku dan Donghae” aku berkata dalam hati sambil terus berlari menuju stasiun bis dengan isak tangis yang lumayan kencang.
Ketika sudah sampai di Lobi rumah sakit, aku menghirup nafas dalam-dalam. Takut-takut aku tak kuat dan tak rela menghadapi segala yang terjadi pada Donghae. Setelah kurasa mentalku siap, aku masuk dan bertanya pada pekerja disana kamar yang ditempati Donghae.
“Pasien bernama Lee Donghae, kamar nomer berapa?” tanyaku sambil terengah-engah
“Lee Donghae, kamar 151”
Aku langsung berlari ke kamar 151 dan tanpa sengaja tak mengucapkan terimakasih.
Didepan kamar 151
Dengan berat hati aku membuka gagang pintu itu secara perlahan. Ketika pintu mulai terbuka sedikit, aku sudah bisa melihat sesosok namja yang ku kenal sedang berbaring di tempat tidur dengan banyak infus di tangannya dan alat pembantu bernafas di hidungnya. Hatiku terhenyut. Lalu, ku buka pintu itu lebar-lebar. Aku tak tahan lagi, dengan cepat aku langsung memeluknya dengan isak tangis.
“Donghae, ada apa dengan mu? Kau tahu? Aku kira kau sahabat terbaikku. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Kau telah membuatku ketakutan seperti ini. Kau kejam, Lee Donghae. Kau persis tau ini hari ulang tahunku. Seharusnya kau tidak berbuat seperti ini. Seharusnya kau tidak berbaring lesu di tempat tidur usang ini. Aku telah menunggumu lama dengan suhu dibawah 5 derajat disana sebelum seorang yeoja memberitahuku bahwa kau ada disini. Napeun chingu!!!!” tangis ku mulai meledak
“Hyung, sudah jangan seperti ini. Donghae tidak bersalah. Justru engkaulah yang bersalah. Donghae jadi seperti ini karena kau, karena kau Lee Hyuk Jae!!” Kyuhyun mulai berbicara dan berkata seakan-akan akulah penyebab donghae disini.
“Apa? Jadi kau menuduhku?” aku langsung menoleh kearah kyuhyun dengan tatapan tajam, kurasa.
“Yaa, karena kau. Donghae menyempatkan diri menemuimu dengan cuaca dingin seperti ini. Dan kau tahu? Donghae saat itu sedang kurang enak badan dan dia ngotot mengemudikan mobilnya sendirian. Padahal kau tahu donghae belum lancar sekali mengemudikan mobil ataupun motornya”
Leeteuk Hyung membenarkan perkataan Kyuhyun. Bahkan, leeteuk juga mengakui kalau aku yang salah disini.
“Huaaaaa, Donghae nae chingu. Mianhaeyo, neomu neomu mianhae. Aku akan menyakiti diriku sendiri apabila benar aku yang bersalah disini” aku tertunduk dan tangisku tak dapat ku cegah.
Tiba-Tiba...
“ada apa?” tanyaku
“Itu.. ng..mm.. Donghae kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis”
“APA!!!” perkataannya sontak membuatku kaget dan langsung berlari meninggalkan yeoja itu. Padahal aku sendiri tak tahu donghae berada di rumah sakit apa. Lalu aku kembali menghampiri yeoja itu
“Mm, nama rumah sakitnya apa? Cepat katakan” aku mulai panik dan tanpa sengaja air mataku menetes. Sungguh aku menghawatirkan sahabat ku itu
“Rumah Sakit dekat kota Seoul” yeoja itu kelihatan panik juga dan berkata sedikit gemetar.
Setelah yeoja itu mengatakan nama rumah sakitnya, aku langsung berlari menuju stasiun bis terdekat. Perasaaanku malam itu sungguh kacau.
“Mana mungkin dihari ulang tahunku ini, aku harus melihat sahabatku sendiri terbaring dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya? Mana mungkin?? Ya Tuhan, sungguh kau jahat sekali padaku dan Donghae” aku berkata dalam hati sambil terus berlari menuju stasiun bis dengan isak tangis yang lumayan kencang.
Ketika sudah sampai di Lobi rumah sakit, aku menghirup nafas dalam-dalam. Takut-takut aku tak kuat dan tak rela menghadapi segala yang terjadi pada Donghae. Setelah kurasa mentalku siap, aku masuk dan bertanya pada pekerja disana kamar yang ditempati Donghae.
“Pasien bernama Lee Donghae, kamar nomer berapa?” tanyaku sambil terengah-engah
“Lee Donghae, kamar 151”
Aku langsung berlari ke kamar 151 dan tanpa sengaja tak mengucapkan terimakasih.
Didepan kamar 151
Dengan berat hati aku membuka gagang pintu itu secara perlahan. Ketika pintu mulai terbuka sedikit, aku sudah bisa melihat sesosok namja yang ku kenal sedang berbaring di tempat tidur dengan banyak infus di tangannya dan alat pembantu bernafas di hidungnya. Hatiku terhenyut. Lalu, ku buka pintu itu lebar-lebar. Aku tak tahan lagi, dengan cepat aku langsung memeluknya dengan isak tangis.
“Donghae, ada apa dengan mu? Kau tahu? Aku kira kau sahabat terbaikku. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Kau telah membuatku ketakutan seperti ini. Kau kejam, Lee Donghae. Kau persis tau ini hari ulang tahunku. Seharusnya kau tidak berbuat seperti ini. Seharusnya kau tidak berbaring lesu di tempat tidur usang ini. Aku telah menunggumu lama dengan suhu dibawah 5 derajat disana sebelum seorang yeoja memberitahuku bahwa kau ada disini. Napeun chingu!!!!” tangis ku mulai meledak
“Hyung, sudah jangan seperti ini. Donghae tidak bersalah. Justru engkaulah yang bersalah. Donghae jadi seperti ini karena kau, karena kau Lee Hyuk Jae!!” Kyuhyun mulai berbicara dan berkata seakan-akan akulah penyebab donghae disini.
“Apa? Jadi kau menuduhku?” aku langsung menoleh kearah kyuhyun dengan tatapan tajam, kurasa.
“Yaa, karena kau. Donghae menyempatkan diri menemuimu dengan cuaca dingin seperti ini. Dan kau tahu? Donghae saat itu sedang kurang enak badan dan dia ngotot mengemudikan mobilnya sendirian. Padahal kau tahu donghae belum lancar sekali mengemudikan mobil ataupun motornya”
Leeteuk Hyung membenarkan perkataan Kyuhyun. Bahkan, leeteuk juga mengakui kalau aku yang salah disini.
“Huaaaaa, Donghae nae chingu. Mianhaeyo, neomu neomu mianhae. Aku akan menyakiti diriku sendiri apabila benar aku yang bersalah disini” aku tertunduk dan tangisku tak dapat ku cegah.
Tiba-Tiba...
Langganan:
Postingan (Atom)

