Part 1 ANNOYING YEOJA
- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF
“OMONA, CHOCOOOOOOOO!!!!!...” teriakku ketika melihat choco, anjing kesayanganku tergeletak tak berdaya di lantai kamarku. Tak biasanya ia seperti ini.
Lalu terdengar bunyi langkah cepat mendekatiku beberapa detik setelah aku meneteskan air mata satu persatu. Ya benar aku menangis, bukan karena apa. Tapi karena aku terlalu khawatir akan hal yang terjadi kepada anjing yang telah kurawat dan kuanggap sebagai tempat tumpahan curhatku selama ini. Ia adalah anjing yang menjadi alasan mengapa aku telah lama tak mempunyai yeojachingu.
“apa yang terjadi, hyuk?” tanya siwon sambil memperlihatkan ekspresi wajah khawatirnya dari arah luar kamar.
“ne, ada apa? Gwaenchanayo, eunhyuk?” tanya donghae diikuti dengan langkah kyuhyun.
Aku hanya bisa diam dan terus menangis dilantai sambil terus mengusap-usap tubuh choco.
“ya ampun, choco lagi?” tanya kyuhyun santai ketika melihat apa yang membuatku menangis terisak-isak. Lalu ketika siwon dan donghae mengetahui hal yang sebenarnya, dengan cepat ia meninggalkanku dengan ejekan.
“eunhyuk, dia hanya berpura-pura” kata donghae diselingi dengan tawa kecil dan berlalu pergi.
“atau mungkin eunhyuk yang terlalu pabo. HA HA HA” pekik siwon dengan wajah menghinanya.
“ANDWAE...ANDWAE, choco tidak berbohong. Kali ini choco benar, ada sesuatu yang terjadi padanya. Choco sakit, tolong dengarkan aku!!” teriakku memanggil mereka semua. Namun terlambat, mereka semua sudah pergi dan tinggal Kyuhyun yang sekarang sedang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan konyol ku ini.
“eunhyuk si dancing machine bodoh, tunggu sebentar” kudengar kyuhyun berkata demikian dan meninggalkanku pergi.
Tiba-tiba, beberapa menit kemudian kyuhyun datang sambil membawa semangkuk susu lalu menghampiri ku.
“Lihat ini” katanya dan menaruh mangkuk itu kesamping wajah choco yang matanya sedang terpejam.
Beberapa saat kemudian, kulihat hidung choco bergerak seperti sedang mencari-cari bau harum. Ya tentu saja itu dari susu yang dibawa kyuhyun. Sedikit demi sedikit mata choco terbuka. Yang membuatku kesal, dengan seenaknya ia meminum susu itu sampai habis tak bersisa.
“bahkan anjing sekalipun lebih pintar dari dirimu, eunhyuk. Dia itu hanya kehausan, ia sengaja memakai trik itu supaya kau memberinya susu atau minuman kepadanya dalam jumlah besar. Kau orang yang tidak pernah belajar dari pengalaman” kata kyuhyun lalu pergi berlalu meninggalkan aku yang sedang kesal dengan choco karena telah membohongiku, LAGI.
Ini bukan hal pertama yang dilakukan choco, ini sudah kesebelas kalinya ia melakukan hal bodoh yang paling aku kesali. Atau mungkin aku yang terlalu bodoh telah dibohongi oleh choco berkali-kali.
Ia selalu memakai trik ini bila sedang lapar atau sedang tidak diperhatikan. Semua member suju tau itu, mereka sudah terbiasa pada tingkah manja choco yang berlagak pingsan. Namun bodohnya aku tak pernah ingat akan tingkah nakal choco ini, padahal aku yang memilikinya. Maka dari itu donghae, siwon, dan kyuhyun tadi mengejekku, karena ia sudah tau yang sebenarnya terjadi.
“Tapi, tumben sekali kyuhyun membantuku. Sebelumnya, ia sama sekali tak mau membantu bila choco sudah bertingkah. Coba saja yeojachingu ku sebelumnya punya sifat seperti kyuhyun sekarang” batinku sambil menghela nafas. Lalu aku mengambil mangkuk yang susunya telah dihabisi oleh choco, dan sekarang ia sudah tak tahu ada dimana. Yang jelas, aku tak akan memarahinya. Namanya juga hewan tak punya akal, untuk apa dimarahi?...................................................................................
- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF
“OMONA, CHOCOOOOOOOO!!!!!...” teriakku ketika melihat choco, anjing kesayanganku tergeletak tak berdaya di lantai kamarku. Tak biasanya ia seperti ini.
Lalu terdengar bunyi langkah cepat mendekatiku beberapa detik setelah aku meneteskan air mata satu persatu. Ya benar aku menangis, bukan karena apa. Tapi karena aku terlalu khawatir akan hal yang terjadi kepada anjing yang telah kurawat dan kuanggap sebagai tempat tumpahan curhatku selama ini. Ia adalah anjing yang menjadi alasan mengapa aku telah lama tak mempunyai yeojachingu.
“apa yang terjadi, hyuk?” tanya siwon sambil memperlihatkan ekspresi wajah khawatirnya dari arah luar kamar.
“ne, ada apa? Gwaenchanayo, eunhyuk?” tanya donghae diikuti dengan langkah kyuhyun.
Aku hanya bisa diam dan terus menangis dilantai sambil terus mengusap-usap tubuh choco.
“ya ampun, choco lagi?” tanya kyuhyun santai ketika melihat apa yang membuatku menangis terisak-isak. Lalu ketika siwon dan donghae mengetahui hal yang sebenarnya, dengan cepat ia meninggalkanku dengan ejekan.
“eunhyuk, dia hanya berpura-pura” kata donghae diselingi dengan tawa kecil dan berlalu pergi.
“atau mungkin eunhyuk yang terlalu pabo. HA HA HA” pekik siwon dengan wajah menghinanya.
“ANDWAE...ANDWAE, choco tidak berbohong. Kali ini choco benar, ada sesuatu yang terjadi padanya. Choco sakit, tolong dengarkan aku!!” teriakku memanggil mereka semua. Namun terlambat, mereka semua sudah pergi dan tinggal Kyuhyun yang sekarang sedang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan konyol ku ini.
“eunhyuk si dancing machine bodoh, tunggu sebentar” kudengar kyuhyun berkata demikian dan meninggalkanku pergi.
Tiba-tiba, beberapa menit kemudian kyuhyun datang sambil membawa semangkuk susu lalu menghampiri ku.
“Lihat ini” katanya dan menaruh mangkuk itu kesamping wajah choco yang matanya sedang terpejam.
Beberapa saat kemudian, kulihat hidung choco bergerak seperti sedang mencari-cari bau harum. Ya tentu saja itu dari susu yang dibawa kyuhyun. Sedikit demi sedikit mata choco terbuka. Yang membuatku kesal, dengan seenaknya ia meminum susu itu sampai habis tak bersisa.
“bahkan anjing sekalipun lebih pintar dari dirimu, eunhyuk. Dia itu hanya kehausan, ia sengaja memakai trik itu supaya kau memberinya susu atau minuman kepadanya dalam jumlah besar. Kau orang yang tidak pernah belajar dari pengalaman” kata kyuhyun lalu pergi berlalu meninggalkan aku yang sedang kesal dengan choco karena telah membohongiku, LAGI.
Ini bukan hal pertama yang dilakukan choco, ini sudah kesebelas kalinya ia melakukan hal bodoh yang paling aku kesali. Atau mungkin aku yang terlalu bodoh telah dibohongi oleh choco berkali-kali.
Ia selalu memakai trik ini bila sedang lapar atau sedang tidak diperhatikan. Semua member suju tau itu, mereka sudah terbiasa pada tingkah manja choco yang berlagak pingsan. Namun bodohnya aku tak pernah ingat akan tingkah nakal choco ini, padahal aku yang memilikinya. Maka dari itu donghae, siwon, dan kyuhyun tadi mengejekku, karena ia sudah tau yang sebenarnya terjadi.
“Tapi, tumben sekali kyuhyun membantuku. Sebelumnya, ia sama sekali tak mau membantu bila choco sudah bertingkah. Coba saja yeojachingu ku sebelumnya punya sifat seperti kyuhyun sekarang” batinku sambil menghela nafas. Lalu aku mengambil mangkuk yang susunya telah dihabisi oleh choco, dan sekarang ia sudah tak tahu ada dimana. Yang jelas, aku tak akan memarahinya. Namanya juga hewan tak punya akal, untuk apa dimarahi?...................................................................................
Malam
hari di dorm>>>
“Pokk...Pokk...Pokk... KUMPUL SEMUA KE RUANG TENGAH” teriak leeteuk sambil menepokki tangannya agar terdengar oleh member suju lainnya.
Aku yang sekarang sedang bermain dengan choco dikamar terpaksa harus keluar dan meninggalkan choco karena pengumuman leeteuk tadi.
Kulihat yang lainnya sudah berkumpul di sofa ruang tengah. Aku memilih duduk dengan couple ku, Donghae.
“bagaimana dengan choco, hyuk? Sakit apa dia? Hahaha” tanya donghae dengan senyuman kecil.
“sakit hati tak diperhatikan eunhyuk si pabo” timpal siwon. Aku tak menyadari ada siwon disamping donghae.
“dia benar sakit, sakit karena orang yang mempunyainya itu terlalu bodoh. Dengan kata lain, eunhyuk” dan ada kyuhyun juga ternyata.
Tak kurasa wajahku berubah merah sangkin malunya. Aku tak bisa berkata-kata.
“DIAM SEMUA... INI ADA PENGUMUMAN PENTING!!!” teriak leeteuk lagi sambil melihat kearah aku, donghae, kyuhyun, dan siwon dengan tatapan membunuh.
Dengan cepat kami duduk dan diam memperhatikan.
“Kalian lihat yeoja yang sekarang ada disamping aku sekarang?” tanya leeteuk sambil menunjukkan yeoja semampai dan berambut panjang yang sedang berada disampingnya.
“Dia siapa, hyung?” tanya yesung ingin tahu.
“Namanya Jiyeon. Kang Jiyeon dari Busan, Korea” kata leeteuk
“Annyeong, jeoneun Kang Jiyeon imnida. Mohon bantuannya...” pekiknya diakhiri dengan senyum manis.
Lalu ketika donghae mendengar jiyeon berkata seperti itu, ia langsung berkicau.
“Sepertinya kita yang akan meminta bantuanmu. Bukan kau, Jiyeon-ah” katanya dengan senyuman.
Kulihat ia hanya tersenyum manis kepada donghae.
“Oiya, Jiyeon juga akan membantu kita beberapa bulan disini dan juga saat konser Super Show 4” jelas leeteuk.
“kenapa harus beberapa bulan? Kenapa tidak selamanya?” tanya donghae dengan senyuman lagi.
Tiba-tiba saja semua mata memandang donghae dengan tatapan heran saat mendengar ia bergombal ria.
“berarti yeoja ini juga ikut kita keluar Korea saat SS4?” timpalku.
“hmm, tentu saja. Itu adalah pekerjaan utamanya, membantu kita di SS4” kata leeteuk santai.
“sebagai apa?” tanyaku ketus.
“menyiapkan kostum, tata rias rambut, jadwal manggung. Yaa, pokoknya seperti itulah”
“kita pasti akan membutuhkan nomer teleponnya kan?” tanya donghae sambil mengambil hapenya dari saku celananya.
“tidak usah, dia akan menginap disini. Hmm Yasudah jiyeon beristirahatlah, besok kita akan bersiap-siap untuk pegi ke Jakarta. Jangan lupa untuk menyiapkan segalanya ya” pekik leeteuk ramah.
“ne. Tapi maaf oppa, ngomong-ngomong kamarku dimana ya?” tanya jiyeon.
“oh iya, hampir lupa. Disamping kamar donghae. Disana.....” kata leeteuk menunjuk kamar aku dan donghae yang berada di paling pojok.
“geurae...” jawabnya singkat lalu mengangkat tas besar yang ingin ia bawa kekamar barunya. Namun tiba-tiba seperti biasa donghae mengeluarkan jurus andalannya kepada setiap yeoja cantik yang baru ia kenal. Dengan cepat donghae meyodorkan dirinya untuk membantu jiyeon mengangkat tas kepunyaannya itu. Aku yang melihatnya hanya bisa tertawa geli dengan usahanya.
Tepat saat didepan pintu, tiba-tiba....
“Gukkk....Gukkk....Gukkk” datang choco dari arah kamarku dan dengan cepat mendekat ke tubuh jiyeon.
“AAAAAAA~~~~” Jiyeon teriak ketakutan dan tiba-tiba saja ia memeluk donghae sambil menghentak-hentakkan kakinya dan memejamkan matanya.
Kami semua tertawa melihat tingkahnya itu. Lalu aku dengan cepat menjauhkan choco dan menggendongnya.
“singkirkan makhluk jelek itu..... Singkirkan siapapun yang bisa membantuku.... AAAAA~~~~” teriakknya lagi. Jiyeon masih memeluk donghae erat.
“MWO? Kau berkata apa tadi? Makhluk jelek siapa yang kau maksud?” tanyaku sambil menggendong choco.
“makhluk berliur, berkuping kecil, dan bermata lebar itu. Itu DIAAAA~~~” katanya sambil menunjuk-nunjuk kearah choco. Lalu dengan perlahan jiyeon membuka kedua matanya dan melepaskan pelukannya.
“syukurlaaaah, gomawo telah membantuku” pekiknya kepadaku dengan wajah santai.
“MAKHLUK INI YANG KAU MAKSUD?” kataku lalu menyodorkan wajah choco ke wajahnya. Dan dengan cepat jiyeon pergi sambil berteriak masuk ke kamarnya.
Aku yang melihat itu tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali member suju yang lainnya. Sungguh lucu tingkah yeoja itu.
“Kau hyuk jahat sekali kepada yeoja baru itu” pekik sungmin.
“biarkan saja. Itu balasannya karena telah menyebut choco dengan sebutan makhluk jelek” kataku dengan senyum yang merekah............................................................................................................
“Pokk...Pokk...Pokk... KUMPUL SEMUA KE RUANG TENGAH” teriak leeteuk sambil menepokki tangannya agar terdengar oleh member suju lainnya.
Aku yang sekarang sedang bermain dengan choco dikamar terpaksa harus keluar dan meninggalkan choco karena pengumuman leeteuk tadi.
Kulihat yang lainnya sudah berkumpul di sofa ruang tengah. Aku memilih duduk dengan couple ku, Donghae.
“bagaimana dengan choco, hyuk? Sakit apa dia? Hahaha” tanya donghae dengan senyuman kecil.
“sakit hati tak diperhatikan eunhyuk si pabo” timpal siwon. Aku tak menyadari ada siwon disamping donghae.
“dia benar sakit, sakit karena orang yang mempunyainya itu terlalu bodoh. Dengan kata lain, eunhyuk” dan ada kyuhyun juga ternyata.
Tak kurasa wajahku berubah merah sangkin malunya. Aku tak bisa berkata-kata.
“DIAM SEMUA... INI ADA PENGUMUMAN PENTING!!!” teriak leeteuk lagi sambil melihat kearah aku, donghae, kyuhyun, dan siwon dengan tatapan membunuh.
Dengan cepat kami duduk dan diam memperhatikan.
“Kalian lihat yeoja yang sekarang ada disamping aku sekarang?” tanya leeteuk sambil menunjukkan yeoja semampai dan berambut panjang yang sedang berada disampingnya.
“Dia siapa, hyung?” tanya yesung ingin tahu.
“Namanya Jiyeon. Kang Jiyeon dari Busan, Korea” kata leeteuk
“Annyeong, jeoneun Kang Jiyeon imnida. Mohon bantuannya...” pekiknya diakhiri dengan senyum manis.
Lalu ketika donghae mendengar jiyeon berkata seperti itu, ia langsung berkicau.
“Sepertinya kita yang akan meminta bantuanmu. Bukan kau, Jiyeon-ah” katanya dengan senyuman.
Kulihat ia hanya tersenyum manis kepada donghae.
“Oiya, Jiyeon juga akan membantu kita beberapa bulan disini dan juga saat konser Super Show 4” jelas leeteuk.
“kenapa harus beberapa bulan? Kenapa tidak selamanya?” tanya donghae dengan senyuman lagi.
Tiba-tiba saja semua mata memandang donghae dengan tatapan heran saat mendengar ia bergombal ria.
“berarti yeoja ini juga ikut kita keluar Korea saat SS4?” timpalku.
“hmm, tentu saja. Itu adalah pekerjaan utamanya, membantu kita di SS4” kata leeteuk santai.
“sebagai apa?” tanyaku ketus.
“menyiapkan kostum, tata rias rambut, jadwal manggung. Yaa, pokoknya seperti itulah”
“kita pasti akan membutuhkan nomer teleponnya kan?” tanya donghae sambil mengambil hapenya dari saku celananya.
“tidak usah, dia akan menginap disini. Hmm Yasudah jiyeon beristirahatlah, besok kita akan bersiap-siap untuk pegi ke Jakarta. Jangan lupa untuk menyiapkan segalanya ya” pekik leeteuk ramah.
“ne. Tapi maaf oppa, ngomong-ngomong kamarku dimana ya?” tanya jiyeon.
“oh iya, hampir lupa. Disamping kamar donghae. Disana.....” kata leeteuk menunjuk kamar aku dan donghae yang berada di paling pojok.
“geurae...” jawabnya singkat lalu mengangkat tas besar yang ingin ia bawa kekamar barunya. Namun tiba-tiba seperti biasa donghae mengeluarkan jurus andalannya kepada setiap yeoja cantik yang baru ia kenal. Dengan cepat donghae meyodorkan dirinya untuk membantu jiyeon mengangkat tas kepunyaannya itu. Aku yang melihatnya hanya bisa tertawa geli dengan usahanya.
Tepat saat didepan pintu, tiba-tiba....
“Gukkk....Gukkk....Gukkk” datang choco dari arah kamarku dan dengan cepat mendekat ke tubuh jiyeon.
“AAAAAAA~~~~” Jiyeon teriak ketakutan dan tiba-tiba saja ia memeluk donghae sambil menghentak-hentakkan kakinya dan memejamkan matanya.
Kami semua tertawa melihat tingkahnya itu. Lalu aku dengan cepat menjauhkan choco dan menggendongnya.
“singkirkan makhluk jelek itu..... Singkirkan siapapun yang bisa membantuku.... AAAAA~~~~” teriakknya lagi. Jiyeon masih memeluk donghae erat.
“MWO? Kau berkata apa tadi? Makhluk jelek siapa yang kau maksud?” tanyaku sambil menggendong choco.
“makhluk berliur, berkuping kecil, dan bermata lebar itu. Itu DIAAAA~~~” katanya sambil menunjuk-nunjuk kearah choco. Lalu dengan perlahan jiyeon membuka kedua matanya dan melepaskan pelukannya.
“syukurlaaaah, gomawo telah membantuku” pekiknya kepadaku dengan wajah santai.
“MAKHLUK INI YANG KAU MAKSUD?” kataku lalu menyodorkan wajah choco ke wajahnya. Dan dengan cepat jiyeon pergi sambil berteriak masuk ke kamarnya.
Aku yang melihat itu tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali member suju yang lainnya. Sungguh lucu tingkah yeoja itu.
“Kau hyuk jahat sekali kepada yeoja baru itu” pekik sungmin.
“biarkan saja. Itu balasannya karena telah menyebut choco dengan sebutan makhluk jelek” kataku dengan senyum yang merekah............................................................................................................
Tengah
Malam>>>
Aku
mendengar suara choco dan beberapa detik kemudian suara yeoja. Ya siapa lagi
yeoja yang tinggal disini selain jiyeon. Lalu dengan cepat aku yang hampir saja
memejamkan mataku untuk tidur dan berkhayal ke dunia mimpi tebangun karena
ingin melihat apa yang terjadi dengan mereka. Aku takut choco diapa-apakan oleh
yeoja itu.
Kubuka pintu kamar secara perlahan karena takut mengganggu yang lain tidur. Namun gagal ketika kamar didepan, yaitu kamar sungmin dan kyuhyun terdengar suara teriakan.
“HEY EUNHYUK ATAU DONGHAE, TIDUR KAU. SUDAH TENGAH MALAM, MENGGANGGU TIDURKU!!!” suaranya seperti suara bass kyuhyun.
“ini semua pasti karena lampu kamar yang tidak boleh dimatikan oleh donghae. Haduh, ketakutannya dia itu mengganggu orang lain saja” gumamku lalu kembali pada tujuanku yang pertama yaitu mencari choco.
“Buuuuuuukkkk.....” tiba-tiba saja terdengar suara seperti benda jatuh dari arah ruang makan. Kutelusuri dan akhirnya sampai diruang makan. Karena diruang makan tidak ada kamar member, jadi aku dengan bebas dapat menyalakan lampu tanpa harus mengganggu siapapun.
Ketika lampu sudah menyala dan menerangi ruang makan, bola mataku terus bergerak mencari sesosok anjing. Namun tak kutemukan.
“aduuuuh” tiba-tiba terdengar bunyi seseorang merintih. Tepatnya dari balik meja makan, aku temukan jiyeon sedang duduk sambil memegangi kakinya yang memar. Dengan cepat aku menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi.
“jiyeon-ssi, gwaenchanayo?” tanyaku sambil memegangi kakinya yang memar itu.
“aigo, itu sakit. Mengapa kau pegang?” pekiknya sambil marah-marah.
“mianhae. Kau kenapa? Apa kau melihat choco?” tanyaku padanya.
“KAU!! DAN CHOCO MU ITU, DENGAN MAKHLUK ANEH ITU. TELAH MERUSAK HIDUPKU. DIA YANG TELAH BERBUAT INI PADAKU!” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk kakiknya yang memar dengan nada lumayan keras.
“sssssttttt, suaramu itu sangat mengganggu. Kau tahu?” tanyaku dengan nada pelan.
“SEMUA MAKHLUK ANEH ITU, MENJI.....” belum selesai jiyeon berbicara, aku sudah menutup mulutnya itu dengan telapak tanganku.
“maksudmu apa? Menjijikan? Jangan sekali-kali kau katakan itu tentang choco. Kau sama sekali tidak tahu dia” aku geram. Ku maki saja yeoja itu dan pergi tanpa memperdulikan memarnya itu.
Kubuka pintu kamar secara perlahan karena takut mengganggu yang lain tidur. Namun gagal ketika kamar didepan, yaitu kamar sungmin dan kyuhyun terdengar suara teriakan.
“HEY EUNHYUK ATAU DONGHAE, TIDUR KAU. SUDAH TENGAH MALAM, MENGGANGGU TIDURKU!!!” suaranya seperti suara bass kyuhyun.
“ini semua pasti karena lampu kamar yang tidak boleh dimatikan oleh donghae. Haduh, ketakutannya dia itu mengganggu orang lain saja” gumamku lalu kembali pada tujuanku yang pertama yaitu mencari choco.
“Buuuuuuukkkk.....” tiba-tiba saja terdengar suara seperti benda jatuh dari arah ruang makan. Kutelusuri dan akhirnya sampai diruang makan. Karena diruang makan tidak ada kamar member, jadi aku dengan bebas dapat menyalakan lampu tanpa harus mengganggu siapapun.
Ketika lampu sudah menyala dan menerangi ruang makan, bola mataku terus bergerak mencari sesosok anjing. Namun tak kutemukan.
“aduuuuh” tiba-tiba terdengar bunyi seseorang merintih. Tepatnya dari balik meja makan, aku temukan jiyeon sedang duduk sambil memegangi kakinya yang memar. Dengan cepat aku menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi.
“jiyeon-ssi, gwaenchanayo?” tanyaku sambil memegangi kakinya yang memar itu.
“aigo, itu sakit. Mengapa kau pegang?” pekiknya sambil marah-marah.
“mianhae. Kau kenapa? Apa kau melihat choco?” tanyaku padanya.
“KAU!! DAN CHOCO MU ITU, DENGAN MAKHLUK ANEH ITU. TELAH MERUSAK HIDUPKU. DIA YANG TELAH BERBUAT INI PADAKU!” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk kakiknya yang memar dengan nada lumayan keras.
“sssssttttt, suaramu itu sangat mengganggu. Kau tahu?” tanyaku dengan nada pelan.
“SEMUA MAKHLUK ANEH ITU, MENJI.....” belum selesai jiyeon berbicara, aku sudah menutup mulutnya itu dengan telapak tanganku.
“maksudmu apa? Menjijikan? Jangan sekali-kali kau katakan itu tentang choco. Kau sama sekali tidak tahu dia” aku geram. Ku maki saja yeoja itu dan pergi tanpa memperdulikan memarnya itu.
Pagi
hari sebelum berangkat ke Airport>>>
Tokkk...Tokkk...Tokkk
seseorang mengetuk pintu kamarku ketika aku sedang merapikan baju-baju untuk pergi ke Jakarta. Kusuruh saja orang itu masuk, namun betapa terkejutnya setelah tau bahwa orang itu adalah Jiyeon.
“ada apa kau masuk kesini?” tanyaku ketus sambil terus merapikan baju dan memasukkannya ke koper.
“ng...ng... aku ingin minta maaf” tak kusangka ia berkata ketus juga.
“ti...” belum selesai aku berbicara, tiba-tiba saja ia sudah memotongnya.
“tapi... tapi kalau kau tak ingin juga tak apa. Itu hanya basa-basi saja. Sebenarnya aku kesini karena disuruh donghae untuk mengambil kacamatanya” pekiknya lalu mengambil kacamata milik donghae yang sekarang berada disampingku.
“kau...” perkataanku dipotong lagi olehnya.
“sudah sudah, aku sudah tau kau tak akan memaafkanku karena aku telah berkata bahawa choco itu makhluk menjijikan. Namun itu kenyataannya” katanya santai dan langsung meninggalkanku.
“huuuuh, apa-apaan dia itu? Tak ada kapok-kapoknya” kataku kesal.
seseorang mengetuk pintu kamarku ketika aku sedang merapikan baju-baju untuk pergi ke Jakarta. Kusuruh saja orang itu masuk, namun betapa terkejutnya setelah tau bahwa orang itu adalah Jiyeon.
“ada apa kau masuk kesini?” tanyaku ketus sambil terus merapikan baju dan memasukkannya ke koper.
“ng...ng... aku ingin minta maaf” tak kusangka ia berkata ketus juga.
“ti...” belum selesai aku berbicara, tiba-tiba saja ia sudah memotongnya.
“tapi... tapi kalau kau tak ingin juga tak apa. Itu hanya basa-basi saja. Sebenarnya aku kesini karena disuruh donghae untuk mengambil kacamatanya” pekiknya lalu mengambil kacamata milik donghae yang sekarang berada disampingku.
“kau...” perkataanku dipotong lagi olehnya.
“sudah sudah, aku sudah tau kau tak akan memaafkanku karena aku telah berkata bahawa choco itu makhluk menjijikan. Namun itu kenyataannya” katanya santai dan langsung meninggalkanku.
“huuuuh, apa-apaan dia itu? Tak ada kapok-kapoknya” kataku kesal.
Di
pesawat>>>
Apa?
aku berada di bangku belakang jiyeon? “hmm, dia lagi dia lagi” gumamku.
“Dia lagi apa, hyuk?” tanya donghae yang berada dikursi sebelahku. Aku lupa kalau ada dia.
“eh, ng...ng... dia itu hmm pramugari yang seksi itu. Hehe” pekikku sambil mesam mesem.
“oh iya, kau tau kalau didepan kita itu jiyeon?” tanyanya.
“mm,... belum” jawabku bohong.
“aku pindah kesampingnya saja ya. Tidak ada orang yang menemaninya” kata donghae lalu dengan cepat berpindah tempat duduk. “dasar couple yang tak setia” batinku.
Lalu aku memutuskan untuk mengeluarkan hapeku dan memasang headset untuk menyetel lagu-lagu favoritku. “lebih baik mendengarkan lagu daripada harus mendengar temanku sendiri berbicara dengan yeoja itu (jiyeon)” batinku.
Tiba-tiba saja...
aku bisa memejamkan mataku untuk beberapa saat sebelum donghae menyadarkanku.
“hyuk, pramugari seksi itu menghampirimu” katanya sambil berbisik dari bangku depan.
Dengan cepat langsung ku lepas headset dan melirik kearah depan. Benar saja, ada seorang pramugari seksi sedang membawa, anjing. Ya choco juga kubawa.
“annyeong, apa dia milikmu?” tanyanya ramah.
Ia menyodorkan choco padaku.
“ne” jawabku singkat. Aku terlalu kagum padanya. Dia cantik dan jarang sekali ada yeoja yang ingin menggendong choco, dan tumben sekali choco tidak bertingkah bila digendong oleh yeoja.
“hmm, tadi ia berlari kearah depan dan setelah kutanya ternyata makhluk lucu ini milkmu” katanya memuji kelucuan choco.
“ne. Hmm, dasar kau anjing nakal. Hehe” kataku sambil memukul kepala choco.
“ani ani, jangan dipukul. Kasihan dia. Yasudah, lain kali jangan lepas anjingmu itu ya. Apalagi untuk anjing selucu dan sepintar dia” pekikknya memuji choco lagi.
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.
“Dia lagi apa, hyuk?” tanya donghae yang berada dikursi sebelahku. Aku lupa kalau ada dia.
“eh, ng...ng... dia itu hmm pramugari yang seksi itu. Hehe” pekikku sambil mesam mesem.
“oh iya, kau tau kalau didepan kita itu jiyeon?” tanyanya.
“mm,... belum” jawabku bohong.
“aku pindah kesampingnya saja ya. Tidak ada orang yang menemaninya” kata donghae lalu dengan cepat berpindah tempat duduk. “dasar couple yang tak setia” batinku.
Lalu aku memutuskan untuk mengeluarkan hapeku dan memasang headset untuk menyetel lagu-lagu favoritku. “lebih baik mendengarkan lagu daripada harus mendengar temanku sendiri berbicara dengan yeoja itu (jiyeon)” batinku.
Tiba-tiba saja...
aku bisa memejamkan mataku untuk beberapa saat sebelum donghae menyadarkanku.
“hyuk, pramugari seksi itu menghampirimu” katanya sambil berbisik dari bangku depan.
Dengan cepat langsung ku lepas headset dan melirik kearah depan. Benar saja, ada seorang pramugari seksi sedang membawa, anjing. Ya choco juga kubawa.
“annyeong, apa dia milikmu?” tanyanya ramah.
Ia menyodorkan choco padaku.
“ne” jawabku singkat. Aku terlalu kagum padanya. Dia cantik dan jarang sekali ada yeoja yang ingin menggendong choco, dan tumben sekali choco tidak bertingkah bila digendong oleh yeoja.
“hmm, tadi ia berlari kearah depan dan setelah kutanya ternyata makhluk lucu ini milkmu” katanya memuji kelucuan choco.
“ne. Hmm, dasar kau anjing nakal. Hehe” kataku sambil memukul kepala choco.
“ani ani, jangan dipukul. Kasihan dia. Yasudah, lain kali jangan lepas anjingmu itu ya. Apalagi untuk anjing selucu dan sepintar dia” pekikknya memuji choco lagi.
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.
To be continued...


0 komentar:
Posting Komentar