Selasa, 10 April 2012

GOOD JOB, CHOCO!! (Part 3)

Diposting oleh ELF Indo di 07.33 0 komentar
- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF

Previous Part 2 (My Clothes Added)
“Baik... Kalau memang begitu, aku tidak bisa menyalahkan choco. Itu terlalu sulit. Kalau kau belum menganggap itu impas, hmm.... yasudah” kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

-------------------Super Show 4 Indonesia------------------


Part 3 Hot Chocolate
2 hari berlalu setelah konser SS4 Jakarta>>>
“choco, besok kita pergi ke salon yuk. Aku mau....” tiba-tiba saja aku dikagetkan oleh suara ketukan pintu kamarku yang sengaja aku tutup. Perkataanku kepada choco terpaksa aku hentikan dan mencoba untuk membuka pintu itu.
Ketika kubuka...
“aduh, buat apa melakukan ini?” suara seorang yeoja, ya siapa lagi kalau bukan jiyeon kudengar setelah pintu terbuka sedikit. Samar-samar kulihat seorang namja juga berada disebelah yeoja itu.
“Haha... eh, hyuk tolong ambilkan baju kaos ku yang ada di lemari” ternyata namja itu donghae. Aku sungguh kaget ketika melihat mereka berdua sedang berpegangan tangan dengan keadaan donghae yang tidak memakai kemejanya itu. Ya bisa dibilang donghae bertelanjang dada.
“apa? Eh, ne sebentar” kataku kaku lalu berjalan menuju lemari dan mencari kaos donghae.
Lalu ketika dapat, aku langsung memberikan kaos itu kepadanya. Dan mereka langsung meninggalkanku pergi.
“apa yang tadi aku lihat? Apa itu donghae dan jiyeon? Sedang apa mereka? Haduuuh, kenapa donghae harus bersama yeoja itu?” kataku menggerutu lalu pergi bermain lagi bersama choco.

Diruang tengah>>>
“Yaa, skak mat!!” teriak siwon tiba-tiba saat aku sedang bermain catur dengannya.
“aigooo, kalah lagi kalah lagi” kataku sambil geleng-geleng kepala dan merapikan papan dan bidak catur itu.
“haha, kau payah hyukjae!” pekik siwon sambil tetawa terbahak-bahak.
“ne, aku tahu aku payah. Hmm, cepat katakan apa yang harus aku lakukan untukmu!” seruku kepada siwon.
Ya kami taruhan untuk siapa saja dari kami berdua yang kalah, harus melakukan apa yang diminta oleh yang menang.
“aih, haus. Bagaimana kalau kau buat coklat panas di dapur?” pekik siwon sambil mengelus-elus lehernya.
Dengan cepat aku beranjak dari tempat duduk ku mencoba untuk pergi ke dapur dan membuat segelas coklat untuk siwon. Namun tiba-tiba saja...
“Hyukjaeeee, aku juga mau...” teriak donghae tiba-tiba.
Aku menoleh kebelakang dan berkata kepadanya dengan wajah dingin.
“buat sendiri...” langsung saja aku berlalu dan tanpa memeperdulikan raut wajah seperti apa yang akan ditampakkan oleh donghae ketika ia mendengar ucapanku tadi.





Didapur>>>
“tringgg...krintingggg...krintinggg...” kuaduk segelas coklat yang siwon pesan tadi dengan pikiran yang melayang-layang. Aku masih bingung kenapa bisa aku memperlihatkan wajah dinginku pada donghae? Kenapa aku begitu kesal dengannya setelah kejadian tadi pagi saat dia bersama jiyeon?
“SEBETULNYA AKU KENAPAAAAAA?” teriakku tiba-tiba. Dan tanpa aku duga ada seorang yeoja, ya lagi-lagi jiyeon sedang menatapku dengan tatapan bingung.
“AIGOOOO?!” kagetku hampir menumpahkan coklat dari gelas yang sedang kuaduk.
“yaa!! Hati-hati eunhyuk, itu coklatnya tertumpah ke kaosmu” pekik jiyeon sambil menunjuk-nunjuk noda coklat dikaos putih yang sedang kupakai ini.
Lalu dengan cepat aku menoleh ke noda itu dan marah-marah sendiri.
“omona, bagaimana ini?” tanyaku padanya.
“Molla... Kau urus saja sendiri” pekiknya lalu acuh dari hadapanku.
Aku kaget ketika ia berkata seperti itu. Yaa, memang itu semua salahku. Mengapa aku harus bertanya padanya? Aku kan sedang marah dengannya.
Lalu dengan cepat aku mengambil segelas coklat itu dan membawanya ke ruang tengah dengan wajah mencibir.

Diruang tengah>>>
“siwon-ah, ini coklatnya” kataku lalu memberikan coklat panas itu kepadanya dan duduk disebelah siwon.
“ne, goma...” perkataan siwon terhenti karena matanya berpusat pada noda coklat yang berada di kaosku ini.
“hyuk, kenapa dengan kaosmu?” tanyanya.
“eh, ini? Ini tadi ada kecelakaan kecil didapur” kataku sambil mesam mesem sendiri.
Beberapa detik kemudian...
“donghae-ah, ini coklat panasnya” kata jiyeon tiba-tiba dan langsung menyodorkan coklat panas yang donghae minta padanya.
“mwo? Ketika aku menolak membuatkannya coklat panas, ternyata ia malah meminta pada jiyeon? Dasar bocah...” batinku sambil menatap tajam kearah mereka berdua.
“aigo, neomu gomawo jiyeon-ah” balas donghae sambil tersenyum dan tanpa kuduga ia melirik kearahku dengan senyum mengejek.
“aih, maksudnya apa melihatku seperti itu?” racauku.
“hyuk!” perkataan siwon mengagetkanku dari racauanku sekarang.
“hyuk! Gwaenchana?” tanyanya sambil menggoyang-goyangkan pundakku.
“eh, ne?” jawabku gagap.
“nih, aku sudah selesai. Jangan lupa untuk dicuci yaa” katanya sambil menyodorkan cangkir yang coklatnya sudah habis diminumnya.
“eh, ne” lalu dengan cepat aku pergi ke dapur untuk membersihkan cangkir itu. Aku masih dalam keadaan tak sadar dan masih membayangkan kelakuan donghae tadi.



Didapur>>>
aku masih menggenggam cangkir bekas siwon tadi dan tanpa aku sadari, aku hampir saja ingin mencucinya. Ketika aku mulai sadar karena terkena air di bak cuci, aku langsung marah-marah sendiri.
“Yaa!! Apa-apaan ini? Perjanjian kan hanya 1 permintaan saja yang harusnya diminta oleh siwon. Dan kenapa aku harus menaruh cangkir ini dan mencucinya? Omona, aku seperti terhipnotis. Ini semua karena ulah donghae!” bentak-bentakku.
“Hari ini, aku sungguh kesal. Tadi pagi tentang kelakuan mereka berdua, tertumpah scangkir coklat dan sekarang, aku terhipnotis karena donghae. Pabo ya eunhyuk!” kataku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri.
“eunhyuk? Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau memukul kepalamu sendiri?” tanya jiyeon yang ternyata ada dibelakangku, LAGI.
“aigo, kau lagi... kau lagi... kau sudah puas dengan perlakuan donghae kepadaku? Karena mu ia jadi manja dan kekanak-kanakkan seperti sekarang ini. Dan karena mu, kaos kesayanganku jadi kotor seperti ini. Aaaah, nappeun yeoja!” jengkelku lalu membentak-bentaknya.
“kekanak kanakkan?” tanyanya bingung.
“ne! Kau tahu, coklat panas yang tadi kau buat olehnya, yang donghae minta darimu. Sebetulnya ia lebih dulu meminta kepadaku. Tapi aku tak mau membuatkannya...”
“kenapa kau tak mau membuat coklat untuk couple mu sendiri?” tanyanya ingin tahu.
Aku diam sesaat dan mencoba mencari-cari jawaban atas pertanyaan jiyeon tadi. Tak mungkin kan kalau aku berkata bahwa aku sedang kesal oleh donghae karena kejadian tadi pagi saat jiyeon dan donghae berpegangan tangan.
“eng..eng...kerena...eng...karena aku tak ingin ia menjadi manja. Aku ingin ia buat sendiri coklat untuk dirinya. Tapi dengan gampangnya kau membuat coklat itu dan kau menyodorkannya dengan senang hati”
“hmm, begitu? Yasudah aku minta maaf” katanya sambil tertunduk.
Beberapa menit ketika jiyeon berkata seperti itu...
“yasudah kalau kau tak ingin memaafkanku” pekik jiyeon lalu pergi berlalu dari hadapanku.
Dengan cepat aku langsung menyambar lengan jiyeon dan menggenggamnya.
Sepertinya ia kaget dengan perlakuanku dan langsung menatapku dengan tatapan bingung.
Kami bertatapan...
“Ne, aku maafkan” kataku singkat.


To be continued...

Selasa, 03 April 2012

GOOD JOB, CHOCO!! (Part 2)

Diposting oleh ELF Indo di 22.27 0 komentar

- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF


Previous part 1 (Annoying Yeoja)
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.

Part 2 MY CLOTHES ADDED

Di Hotel Jakarta>>>
“jiyeon, kostum apa yang ingin kita pakai untuk nanti malam?” tanya siwon sambil meneguk segelas air putih.
“hmm, tak jauh beda dengan kostum SS4 yang lain” katanya lalu duduk di meja kecil dekat ruang tengah. Tiba-tiba saja kulihat donghae mendatangi jiyeon yang sedang asik mengutak atik iPadnya dan langsung duduk disebelahnya.
“oh ya, tapi ada perbedaan kostum untuk eunhyuk....” kata leeteuk tiba-tiba mengagetkan kita semua. Aku yang mendengar itu juga ikut kaget, karena sebelumnya tak pernah ada perbedaan kostum yang mencolok dengan member suju yang lain.
“mwo? Kenapa aku saja?” tanyaku sambil menunjuk wajahku dengan jari telunjuk.
“karena hanya kau saja yang punya kharisma keren dimata ELF” jawab leeteuk singkat.
“enak saja dimata ELF, C U M A  D I  M A T A  J E W E L S” sewot kyuhyun sambil mengeja perkataannya.
Aku hanya bisa menatapnya dengan lirikan saja.
“yasudah, untuk lebih jelasnya kau tanya saja dengan jiyeon. Dia yang akan mengurus itu semua”
“APA? Yeoja itu?” tanyaku kaget sambil menunjuk jiyeon yang sedang duduk santai di bangku. Seperti ia tidak tahu apa-apa.
Lalu akupun memalingkan wajahku dan mencibirkan bibirku kepada leeteuk. Seperti anak kecil lucu yang sedang ngambek.



5 jam sebelum konser>>>
“Hey jiyeon!” teriakku sambil bertolak pinggang. Saat itu aku sudah memakai kostum ku, tapi aku belum tahu tambahan apa yag dimaksud oleh leeteuk tadi siang.
“apa?” jawab jiyeon hambar dan meninggalkan donghae yang sedang berdiskusi tentang kostum dengannya.
“mana?” tanyaku.
“mana apa?”
“tambahan kostum untukku. Jangan bilang kalau leeteuk belum memberitahunya?”
“andwae andwae. Dia sudah memberitahuku. Sebentar aku ambil dulu” kulihat jiyeon berlari keruang kostum lalu kembali lagi kesini beberapa menit kemudian dengan tambahan kostum di lengannya. “yeoja ini sungguh cekatan. Tapi aku kasihan dengannya, pasti pekerjaan dia ini begitu melelahkan” sempat terbesit dipikiranku kata-kata seperti itu. Lalu tiba-tiba saja ia menyodorkannya padaku barang yang kuminta dan meninggalkanku pergi.
Aku dibuat kesal dengan tingkahnya itu.
“kenapa begitu tingkahnya padaku? Dengan donghae dan lainnya saya ia begitu perhatian. Kenapa denganku ia begitu dingin? Karena kejadian semalam saat aku menyodorkaan choco kewajahnya? Tapi itu sudah impas dengan perkataan dia tengah malam itu. Dengan seenaknya ia berkata kalau choco itu makhluk jelek” gumamku.
“hah, pabonya aku sempat mengasihani dirinya. Ah, pabo hyuk!” batinku lalu memukul kepalaku.

1 jam menuju SS4 INA>>>
“eunhyuk mana eunhyuk?” tanya leeteuk mencari-cari diriku.
“aku disini hyung” jawabku sambil mengacungkan tangan dan berjalan menghampirinya.
“loh, kok kamu belum memakai kostum tambahannya?” tanya leeteuk sambil mengerenyitkan dahi.
“maaf hyung, aku tidak bisa memakainya” jawabku.
“kostum ini tak aku mengerti cara pemakaiannya” lanjutku.
“kenapa kau tidak meminta jiyeon untuk membantu?” geram leeteuk.
“habis, dia begitu dingin padaku. Dengan seenaknya ia meninggalkanku pergi” kataku sambil melirik kearah jiyeon berharap agar jiyeon dimarahi oleh leeteuk.
“seharusnya kalau tidak bisa kau meminta bantuannya. Aku yakin jiyeon itu bukan bersikap dingin padamu melainkan ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kamu saja yang terlalu sensitif ingin selalu diperhatikan” tiba-tiba bukan jiyeon dimarahi oleh leeteuk melainkan aku. Pada saat itu aku jadi tambah kesal dengan jiyeon.
“sudah sana kau keruangannya! Ingat, 1 jam lagi kita akan tampil. Lupakan egomu dan minta bantuan  jiyeon. Aku tunggu kau di backstage dengan tambahan kostum yang ku minta” kata leeteuk lalu pergi berlalu.
Aku hanya bisa menunduk dan mengangguk-angguk tanpa bisa membela diri. Akhirnya aku putuskan untuk datang ke ruangan jiyeon.



Diruang Jiyeon>>>
“tokk..tokk..tokk” kuketuk pintu besar bertuliskan ‘STAFF’ itu. Dengan perlahan lalu aku buka pintu tersebut tanpa membiarkan jiyeon membukanya terlebih dahulu.
“annyeong...” gumamku pelan sambil menengok kanan dan kiri mencoba mencari jiyeon disetiap sudut ruangan. Namun tak ada.
Tiba-tiba saja...
“apa yang sedang kau lakukan disini?” suara sesorang yang kukenal mengagetkanku. Dengan cepat langsung ku menoleh kearah suara itu.
Ternyata dia Jiyeon. Tiba-tiba saja aku tak tahu harus berbuat apa. Aku terlalu keget dibuatnya.
“sedang apa kau kesini, hyuk?” tanyanya dengan wajah ingin tahu.
“eh, ng....ng.... itu....ng. Aku ingin meminta bantuanmu untuk memberitahu bagaimana cara memakai kostum tambahan ini” kataku sedikit terbata lalu menyodorkan kostum tambahan itu pada jiyeon. Aku harap sih dia akan mengambilnya dan akan memberitahu.
“hmm, sini biar aku yang memakainya” katanya tiba-tiba dan langsung mengambil kostum tambahan itu.
Beberapa menit setelah jiyeon memasangkan kostum tersebut.
“Hmm, begitu canggung” batinku.
“Sudah selesai” katanya lalu pergi dari hadapanku.
Lalu tiba-tiba saja kata-kata ini terlontar dari mulutku.
“Jiyeon, kenapa kau begitu dingin padaku”
Kulihat ia berhenti berjalan dan mematung 1 meter didepanku.
“Jiyeon-ssi, jawab! Aku tak suka bila ada seseorang yang berlaku seperti itu padaku. Apalagi seorang yeoja” kataku sambil menaikkan kepala yang semula menunduk. Kulihat jiyeon masih mematung.
“semua ini karena kemarin malam? Tapi apakah itu sudah impas, jiyeon-ssi?” tanyaku lagi. Tapi tetap saja ia tidak menjawab.
“Baik... Kalau memang begitu, aku tidak bisa menyalahkan choco. Itu terlalu sulit. Kalau kau belum menganggap itu impas, hmm.... yasudah” kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

-------------------Super Show 4 Indonesia-------------------

To be continued...


Sabtu, 31 Maret 2012

GOOD JOB, CHOCO!! (Part 1)

Diposting oleh ELF Indo di 05.49 0 komentar

Part 1 ANNOYING YEOJA

- Cast :
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk
Kang Jiyeon
Choco (Eunhyuk's puppy)
- Support cast :
Super Junior members
- Genre :
Romance, Comedy (Part)
- Author :
03ELF

   
“OMONA, CHOCOOOOOOOO!!!!!...” teriakku ketika melihat choco, anjing kesayanganku tergeletak tak berdaya di lantai kamarku. Tak biasanya ia seperti ini.
Lalu terdengar bunyi langkah cepat mendekatiku beberapa detik setelah aku meneteskan air mata satu persatu. Ya benar aku menangis, bukan karena apa. Tapi karena aku terlalu khawatir akan hal yang terjadi kepada anjing yang telah kurawat dan kuanggap sebagai tempat tumpahan curhatku selama ini. Ia adalah anjing yang menjadi alasan mengapa aku telah lama tak mempunyai yeojachingu.
“apa yang terjadi, hyuk?” tanya siwon sambil memperlihatkan ekspresi wajah khawatirnya dari arah luar kamar.
“ne, ada apa? Gwaenchanayo, eunhyuk?” tanya donghae diikuti dengan langkah kyuhyun.
Aku hanya bisa diam dan terus menangis dilantai sambil terus mengusap-usap tubuh choco.
“ya ampun, choco lagi?” tanya kyuhyun santai ketika melihat apa yang membuatku menangis terisak-isak. Lalu ketika siwon dan donghae mengetahui hal yang sebenarnya, dengan cepat ia meninggalkanku dengan ejekan.
“eunhyuk, dia hanya berpura-pura” kata donghae diselingi dengan tawa kecil dan berlalu pergi.
“atau mungkin eunhyuk yang terlalu pabo. HA HA HA” pekik siwon dengan wajah menghinanya.
“ANDWAE...ANDWAE, choco tidak berbohong. Kali ini choco benar, ada sesuatu yang terjadi padanya. Choco sakit, tolong dengarkan aku!!” teriakku memanggil mereka semua. Namun terlambat, mereka semua sudah pergi dan tinggal Kyuhyun yang sekarang sedang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan konyol ku ini.
“eunhyuk si dancing machine bodoh, tunggu sebentar” kudengar kyuhyun berkata demikian dan meninggalkanku pergi.
Tiba-tiba, beberapa menit kemudian kyuhyun datang sambil membawa semangkuk susu lalu menghampiri ku.
“Lihat ini” katanya dan menaruh mangkuk itu kesamping wajah choco yang matanya sedang terpejam.
Beberapa saat kemudian, kulihat hidung choco bergerak seperti sedang mencari-cari bau harum. Ya tentu saja itu dari susu yang dibawa kyuhyun. Sedikit demi sedikit mata choco terbuka. Yang membuatku kesal, dengan seenaknya ia meminum susu itu sampai habis tak bersisa.
“bahkan anjing sekalipun lebih pintar dari dirimu, eunhyuk. Dia itu hanya kehausan, ia sengaja memakai trik itu supaya kau memberinya susu atau minuman kepadanya dalam jumlah besar. Kau orang yang tidak pernah belajar dari pengalaman” kata kyuhyun lalu pergi berlalu meninggalkan aku yang sedang kesal dengan choco karena telah membohongiku, LAGI.
Ini bukan hal pertama yang dilakukan choco, ini sudah kesebelas kalinya ia melakukan hal bodoh yang paling aku kesali. Atau mungkin aku yang terlalu bodoh telah dibohongi oleh choco berkali-kali.
Ia selalu memakai trik ini bila sedang lapar atau sedang tidak diperhatikan. Semua member suju tau itu, mereka sudah terbiasa pada tingkah manja choco yang berlagak pingsan. Namun bodohnya aku tak pernah ingat akan tingkah nakal choco ini, padahal aku yang memilikinya. Maka dari itu donghae, siwon, dan kyuhyun tadi mengejekku, karena ia sudah tau yang sebenarnya terjadi.
“Tapi, tumben sekali kyuhyun membantuku. Sebelumnya, ia sama sekali tak mau membantu bila choco sudah bertingkah. Coba saja yeojachingu ku sebelumnya punya sifat seperti kyuhyun sekarang” batinku sambil menghela nafas. Lalu aku mengambil mangkuk yang susunya telah dihabisi oleh choco, dan sekarang ia sudah tak tahu ada dimana. Yang jelas, aku tak akan memarahinya. Namanya juga hewan tak punya akal, untuk apa dimarahi?...................................................................................

Malam hari di dorm>>>

“Pokk...Pokk...Pokk... KUMPUL SEMUA KE RUANG TENGAH” teriak leeteuk sambil menepokki tangannya agar terdengar oleh member suju lainnya.
Aku yang sekarang sedang bermain dengan choco dikamar terpaksa harus keluar dan meninggalkan choco karena pengumuman leeteuk tadi.
Kulihat yang lainnya sudah berkumpul di sofa ruang tengah. Aku memilih duduk dengan couple ku, Donghae.
“bagaimana dengan choco, hyuk? Sakit apa dia? Hahaha” tanya donghae dengan senyuman kecil.
“sakit hati tak diperhatikan eunhyuk si pabo” timpal siwon. Aku tak menyadari ada siwon disamping donghae.
“dia benar sakit, sakit karena orang yang mempunyainya itu terlalu bodoh. Dengan kata lain, eunhyuk” dan ada kyuhyun juga ternyata.
Tak kurasa wajahku berubah merah sangkin malunya. Aku tak bisa berkata-kata.
“DIAM SEMUA... INI ADA PENGUMUMAN PENTING!!!” teriak leeteuk lagi sambil melihat kearah aku, donghae, kyuhyun, dan siwon dengan tatapan membunuh.
Dengan cepat kami duduk dan diam memperhatikan.
“Kalian lihat yeoja yang sekarang ada disamping aku sekarang?” tanya leeteuk sambil menunjukkan yeoja semampai dan berambut panjang  yang sedang berada disampingnya.
“Dia siapa, hyung?” tanya yesung ingin tahu.
“Namanya Jiyeon. Kang Jiyeon dari Busan, Korea” kata leeteuk
“Annyeong, jeoneun Kang Jiyeon imnida. Mohon bantuannya...” pekiknya diakhiri dengan senyum manis.
Lalu ketika donghae mendengar jiyeon berkata seperti itu, ia langsung berkicau.
“Sepertinya kita yang akan meminta bantuanmu. Bukan kau, Jiyeon-ah” katanya dengan senyuman.
Kulihat ia hanya tersenyum manis kepada donghae.
“Oiya, Jiyeon juga akan membantu kita beberapa bulan disini dan juga saat konser Super Show 4” jelas leeteuk.
“kenapa harus beberapa bulan? Kenapa tidak selamanya?” tanya donghae dengan senyuman lagi.
Tiba-tiba saja semua mata memandang donghae dengan tatapan heran saat mendengar ia bergombal ria.
“berarti yeoja ini juga ikut kita keluar Korea saat SS4?” timpalku.
“hmm, tentu saja. Itu adalah pekerjaan utamanya, membantu kita di SS4” kata leeteuk santai.
“sebagai apa?” tanyaku ketus.
“menyiapkan kostum, tata rias rambut, jadwal manggung. Yaa, pokoknya seperti itulah”
“kita pasti akan membutuhkan nomer teleponnya kan?” tanya donghae sambil mengambil hapenya dari saku celananya.
“tidak usah, dia akan menginap disini. Hmm Yasudah jiyeon beristirahatlah, besok kita akan bersiap-siap untuk pegi ke Jakarta. Jangan lupa untuk menyiapkan segalanya ya” pekik leeteuk ramah.
“ne. Tapi maaf oppa, ngomong-ngomong kamarku dimana ya?” tanya jiyeon.
“oh iya, hampir lupa. Disamping kamar donghae. Disana.....” kata leeteuk menunjuk kamar aku dan donghae yang berada di paling pojok.
“geurae...” jawabnya singkat lalu mengangkat tas besar yang ingin ia bawa kekamar barunya. Namun tiba-tiba seperti biasa donghae mengeluarkan jurus andalannya kepada setiap yeoja cantik yang baru ia kenal. Dengan cepat donghae meyodorkan dirinya untuk membantu jiyeon mengangkat tas kepunyaannya itu. Aku yang melihatnya hanya bisa tertawa geli dengan usahanya.
Tepat saat didepan pintu, tiba-tiba....
“Gukkk....Gukkk....Gukkk” datang choco dari arah kamarku dan dengan cepat mendekat ke tubuh jiyeon.
“AAAAAAA~~~~” Jiyeon teriak ketakutan dan tiba-tiba saja ia memeluk donghae sambil menghentak-hentakkan kakinya dan memejamkan matanya.
Kami semua tertawa melihat tingkahnya itu. Lalu aku dengan cepat menjauhkan choco dan menggendongnya.
“singkirkan makhluk jelek itu..... Singkirkan siapapun yang bisa membantuku.... AAAAA~~~~” teriakknya lagi. Jiyeon masih memeluk donghae erat.
“MWO? Kau berkata apa tadi? Makhluk jelek siapa yang kau maksud?” tanyaku sambil menggendong choco.
“makhluk berliur, berkuping kecil, dan bermata lebar itu. Itu DIAAAA~~~” katanya sambil menunjuk-nunjuk kearah choco. Lalu dengan perlahan jiyeon membuka kedua matanya dan melepaskan pelukannya.
“syukurlaaaah, gomawo telah membantuku” pekiknya kepadaku dengan wajah santai.
“MAKHLUK INI YANG KAU MAKSUD?” kataku lalu menyodorkan wajah choco ke wajahnya. Dan dengan cepat jiyeon pergi sambil berteriak masuk ke kamarnya.
Aku yang melihat itu tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali member suju yang lainnya. Sungguh lucu tingkah yeoja itu.
“Kau hyuk jahat sekali kepada yeoja baru itu” pekik sungmin.
“biarkan saja. Itu balasannya karena telah menyebut choco dengan sebutan makhluk jelek” kataku dengan senyum yang merekah............................................................................................................

Tengah Malam>>>
Aku mendengar suara choco dan beberapa detik kemudian suara yeoja. Ya siapa lagi yeoja yang tinggal disini selain jiyeon. Lalu dengan cepat aku yang hampir saja memejamkan mataku untuk tidur dan berkhayal ke dunia mimpi tebangun karena ingin melihat apa yang terjadi dengan mereka. Aku takut choco diapa-apakan oleh yeoja itu.
Kubuka pintu kamar secara perlahan karena takut mengganggu yang lain tidur. Namun gagal ketika kamar didepan, yaitu kamar sungmin dan kyuhyun terdengar suara teriakan.
“HEY EUNHYUK ATAU DONGHAE, TIDUR KAU. SUDAH TENGAH MALAM, MENGGANGGU TIDURKU!!!” suaranya seperti suara bass kyuhyun.
“ini semua pasti karena lampu kamar yang tidak boleh dimatikan oleh donghae. Haduh, ketakutannya dia itu mengganggu orang lain saja” gumamku lalu kembali pada tujuanku yang pertama yaitu mencari choco.
“Buuuuuuukkkk.....” tiba-tiba saja terdengar suara seperti benda jatuh dari arah ruang makan. Kutelusuri dan akhirnya sampai diruang makan. Karena diruang makan tidak ada kamar member, jadi aku dengan bebas dapat menyalakan lampu tanpa harus mengganggu siapapun.
Ketika lampu sudah menyala dan menerangi ruang makan, bola mataku terus bergerak mencari sesosok anjing. Namun tak kutemukan.
“aduuuuh” tiba-tiba terdengar bunyi seseorang merintih. Tepatnya dari balik meja makan, aku temukan jiyeon sedang duduk sambil memegangi kakinya yang memar. Dengan cepat aku menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi.
“jiyeon-ssi, gwaenchanayo?” tanyaku sambil memegangi kakinya yang memar itu.
“aigo, itu sakit. Mengapa kau pegang?” pekiknya sambil marah-marah.
“mianhae. Kau kenapa? Apa kau melihat choco?” tanyaku padanya.
“KAU!! DAN CHOCO MU ITU, DENGAN MAKHLUK ANEH ITU. TELAH MERUSAK HIDUPKU. DIA YANG TELAH BERBUAT INI PADAKU!” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk kakiknya yang memar dengan nada lumayan keras.
“sssssttttt, suaramu itu sangat mengganggu. Kau tahu?” tanyaku dengan nada pelan.
“SEMUA MAKHLUK ANEH ITU, MENJI.....” belum selesai jiyeon berbicara, aku sudah menutup mulutnya itu dengan telapak tanganku.
“maksudmu apa? Menjijikan? Jangan sekali-kali kau katakan itu tentang choco. Kau sama sekali tidak tahu dia” aku geram. Ku maki saja yeoja itu dan pergi tanpa memperdulikan memarnya itu.

Pagi hari sebelum berangkat ke Airport>>>
Tokkk...Tokkk...Tokkk
 seseorang mengetuk pintu kamarku ketika aku sedang merapikan baju-baju untuk pergi ke Jakarta. Kusuruh saja orang itu masuk, namun betapa terkejutnya setelah tau bahwa orang itu adalah Jiyeon.
“ada apa kau masuk kesini?” tanyaku ketus sambil terus merapikan baju dan memasukkannya ke koper.
“ng...ng... aku ingin minta maaf” tak kusangka ia berkata ketus juga.
“ti...” belum selesai aku berbicara, tiba-tiba saja ia sudah memotongnya.
“tapi... tapi kalau kau tak ingin juga tak apa. Itu hanya basa-basi saja. Sebenarnya aku kesini karena disuruh donghae untuk mengambil kacamatanya” pekiknya lalu mengambil kacamata milik donghae yang sekarang berada disampingku.
“kau...” perkataanku dipotong lagi olehnya.
“sudah sudah, aku sudah tau kau tak akan memaafkanku karena aku telah berkata bahawa choco itu makhluk menjijikan. Namun itu kenyataannya” katanya santai dan langsung meninggalkanku.
“huuuuh, apa-apaan dia itu? Tak ada kapok-kapoknya” kataku kesal.

Di pesawat>>>
Apa? aku berada di bangku belakang jiyeon? “hmm, dia lagi dia lagi” gumamku.
“Dia lagi apa, hyuk?” tanya donghae yang berada dikursi sebelahku. Aku lupa kalau ada dia.
“eh, ng...ng... dia itu hmm pramugari yang seksi itu. Hehe” pekikku sambil mesam mesem.
“oh iya, kau tau kalau didepan kita itu jiyeon?” tanyanya.
“mm,... belum” jawabku bohong.
“aku pindah kesampingnya saja ya. Tidak ada orang yang menemaninya” kata donghae lalu dengan cepat berpindah tempat duduk. “dasar couple yang tak setia” batinku.
Lalu aku memutuskan untuk mengeluarkan hapeku dan memasang headset untuk menyetel lagu-lagu favoritku. “lebih baik mendengarkan lagu daripada harus mendengar temanku sendiri berbicara dengan yeoja itu (jiyeon)” batinku.
Tiba-tiba saja...
aku bisa memejamkan mataku untuk beberapa saat sebelum donghae menyadarkanku.
“hyuk, pramugari seksi itu menghampirimu” katanya sambil berbisik dari bangku depan.
Dengan cepat langsung ku lepas headset dan melirik kearah depan. Benar saja, ada seorang pramugari seksi sedang membawa, anjing. Ya choco juga kubawa.
“annyeong, apa dia milikmu?” tanyanya ramah.
Ia menyodorkan choco padaku.
“ne” jawabku singkat. Aku terlalu kagum padanya. Dia cantik dan jarang sekali ada yeoja yang ingin menggendong choco, dan tumben sekali choco tidak bertingkah bila digendong oleh yeoja.
“hmm, tadi ia berlari kearah depan dan setelah kutanya ternyata makhluk lucu ini milkmu” katanya memuji kelucuan choco.
“ne. Hmm, dasar kau anjing nakal. Hehe” kataku sambil memukul kepala choco.
“ani ani, jangan dipukul. Kasihan dia. Yasudah, lain kali jangan lepas anjingmu itu ya. Apalagi untuk anjing selucu dan sepintar dia” pekikknya memuji choco lagi.
“ne, ja... eh, nuna” hampir saja ingin ku panggil pramugari itu jagiya.
Lalu dengan cepat ia menghilang begitu saja, aduh yeoja pujaanku.


To be continued...

Jumat, 24 Februari 2012

Diposting oleh ELF Indo di 20.14 0 komentar
My computer screen

I Hate You But I Love You

Diposting oleh ELF Indo di 06.49 0 komentar
---hari ini adalah hari valentine dan hatiku berdegup kencang, tanganku dingin, tubuhku berkeringat dingin. Singkat kata aku sedang gugup saat ini karena hari ini aku berniat menyatakan perasaanku kepada seorang namja tampan kenalanku, hm tidak bukan hanya aku saja, kupikir semua yeoja didunia ini mengenalnya---

Yeon Ah's POV
Hai namaku Yeon Ah, Lee Yeon Ah. Pagi ini aku akan bersiap-siap untuk pergi ke dorm Super Junior seperti hari-hari biasanya. Hmm aku adalah adik dari salah satu member SUJU, Lee Donghae. Menurutku aku adalah yeoja yang saaangaat beruntung karena bisa bertemu dengan member SUJU setiap harinya. Begitu senangnya aku karena aku juga termasuk ELF loh... Maka dari itu aku bersyukur sekali terlahir menjadi adik Donghae. Ohiya bias utamaku di SUJU itu kakakku loh!^^ kemudian Eunhyuk, Kyuhyun dan Siwon.

Setelah selesai bersiap-siap aku langsung bergegas menuju dorm. Sesampainya disana, aku melihat seorang namja sedang duduk melamun di depan dorm. Ku lihat dengan seksama dan oh ternyata itu member terdekat kakakku sekaligus member yang lumayan dekat juga denganku, Lee Hyuk Jae atau lebih dikenal dengan nama Eunhyuk. 
"Hey Eunhyuk! Sedang apa kau?pagi-pagi udah melamun aja?" Tanyaku. Ia tersadar dari lamunannya, "Hai Yeon Ah! Sejak kapan kau disini?" 
"Ah kau ini masa tidak sadar sih ckck aku baru aja sampai, dan aku melihatmu melamun. Ada apa?" 
"Ah ani... Ayo masuk" Aku pun mengikutinya. Di dalam aku melihat para member sedang sarapan, aku menghampiri mereka. 
"Haloo kakak-kakak Super Junior hahaha " 
"Wah sejak kapan kau memanggil kami kakak?:O" Kata Yesung dengan membuat tatapan kaget. 
"Ahaha iseng aja aku memanggil kalian kakak hari ini tidak apalah haha." Disaat semua sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba saja Kyuhyun berteriak, "WAAA AWAS YEON AH! DI BAWAH KAKIMU ADA KECOA!!" 
"HYAAAA!!" Aku yang takut pada binatang itu langsung berlari-larian kesana kemari seperti orang gila dan saat kulihat ketempat dimana Kyuhyun bilang ada kecoa ternyata disana tidak ada hewan apapun. 
"KYUHYUUUUUNN!! KAU MENGERJAIKU LAGI?!?!" Dengan spontan kukejar Kyuhyun namun larinya lebih cepat dariku sehingga aku tak bisa mengejarnya. 
"Hahaahahahaha kena lagi kau Yeon Ah" Haaah Kyuhyun memang sangaaaaatt menyebalkan! Setiap aku datang ke dorm ah tidak, tidak hanya di dorm namun ditempat-tempat lain pokoknya saat aku bertemu dengannya pasti dia mengerjaiku fuh dasar tukang iseng. Tapi entah kenapa dia bisa menjadi biasku-_-. 

Choose You or Him?

Diposting oleh ELF Indo di 05.59 0 komentar
Chae Rim’s POV

“hey!” tiba-tiba seorang namja memanggilku yang sedang menikmati bunga Canola bermekaran di Pulau Jeju. Namja itu langsung memukul pundakku ketika ia berada dibelakangku.
“aih, kau mengganggu saja. Ada apa?” tanyaku sedikit kesal.
“maaf maaf. Tidak ada apa-apa. Oh ya, kemarin aku baru mengajak yeojachingu ku pergi ke seoul tower. Hmm, tepatnya ke namsan tower” ceritanya panjang lebar.
“kau bilang tadi tidak ada yang ingin kau katakan, tapi ternyata sekarang kau berbicara panjang lebar tentang kisah mu bersama yeojachingu mu itu di namsan. Huh, kau begitu labil” ujarku sambil terus menatap hamparan kuning bunga canola.
“hehe, maaf sekali lagi. Oh ya, disana aku dan yeojaku menulis nama kami digembok merah jambu. Ya ampun, so sweet banget deh pokoknya. Trus kami ...” belum selesai min woo berbicara, aku langsung meninggalkannya dan membuat ia mematung karena sikapku ini.

Min Woo’s POV
“Trus kami ...” belum selesai aku berbicara dengannya, tiba-tiba chae rim langsung meninggalkanku dan pergi menghilang entah kemana. Aku sungguh kaget ketika ia meninggalkanku seenaknya. Chae rim sama sekali belum pernah berbuat ini kepadaku. Ia selalu mendengarkan kisah sedih, senang yang aku lontarkan dari mulutku. Namun sekarang tidak. “Ada apa dengannya?” sebenarnya kata-kata itu yang ingin aku tanyakan padanya sejak awal. Tapi aku tak bisa, aku terlalu takut menyinggung perasaannya dan mencampuri urusannya. Jadi aku terpaksa mengurungkan niatku itu.

Chae Rim’s POV
“Ya ampun Min Woo, kenapa sih dia gak pernah peka sama perasaan aku sekarang? Kenapa saat dia bercerita dan aku menanggapinya dengan kata-kata yang ketus, dia bukannya bertanya apa yang terjadi denganku, tapi dia malah terus menceritakan bahwa ia habis pergi bersama ‘yeoja genit’nya itu. Min woo, min woo, aku tak suka kau bersama dia” pekikku sambil marah-marah sendiri dijalanan sesaat setelah aku meninggalkan Min Woo 15 menit yang lalu.
Aku terus berjalan dan berjalan dari pulau jeju menuju motel yang aku dan min woo sewa. Rencannya kami akan menginap di jeju ini sekitar 5 hari karena saat ini sekolah kami sedang liburan musim semi, jadi sekalian refreshing.
Ketika aku sedang mengeluarkan kunci pintu kamarku dari saku jeans ku, tiba-tiba datang seorang namja hanya berpakaian dengan handuk putih dengan wajah dan tubuh dipenuhi sabun. Namja itu terlihat meraba-raba jalannya karena matanya tertutupi oleh sabun.

Selasa, 07 Februari 2012

Namsan I'm In ♥

Diposting oleh ELF Indo di 02.35 0 komentar
“eunhyuk... eunhyuk...” seorang yeoja tak ku kenal memanggilku dari arah belakang. Dengan cepat aku menoleh ke arahnya
“ada apa?” tanyaku
“Itu.. ng..mm.. Donghae kecelakaan dan sekarang kondisinya kritis”
“APA!!!” perkataannya sontak membuatku kaget dan langsung berlari meninggalkan yeoja itu. Padahal aku sendiri tak tahu donghae berada di rumah sakit apa. Lalu aku kembali menghampiri yeoja itu
“Mm, nama rumah sakitnya apa? Cepat katakan” aku mulai panik dan tanpa sengaja air mataku menetes. Sungguh aku menghawatirkan sahabat ku itu
“Rumah Sakit dekat kota Seoul” yeoja itu kelihatan panik juga dan berkata sedikit gemetar.
Setelah yeoja itu mengatakan nama rumah sakitnya, aku langsung berlari menuju stasiun bis terdekat. Perasaaanku malam itu sungguh kacau.
“Mana mungkin dihari ulang tahunku ini, aku harus melihat sahabatku sendiri terbaring dirumah sakit dengan kondisi tak berdaya? Mana mungkin?? Ya Tuhan, sungguh kau jahat sekali padaku dan Donghae” aku berkata dalam hati sambil terus berlari menuju stasiun bis dengan isak tangis yang lumayan kencang.
Ketika sudah sampai di Lobi rumah sakit, aku menghirup nafas dalam-dalam. Takut-takut aku tak kuat dan tak rela menghadapi segala yang terjadi pada Donghae. Setelah kurasa mentalku siap, aku masuk dan bertanya pada pekerja disana kamar yang ditempati Donghae.
“Pasien bernama Lee Donghae, kamar nomer berapa?” tanyaku sambil terengah-engah
“Lee Donghae, kamar 151”
Aku langsung berlari ke kamar 151 dan tanpa sengaja tak mengucapkan terimakasih.

Didepan kamar 151
Dengan berat hati aku membuka gagang pintu itu secara perlahan. Ketika pintu mulai terbuka sedikit, aku sudah bisa melihat sesosok namja yang ku kenal sedang berbaring di tempat tidur dengan banyak infus di tangannya dan alat pembantu bernafas di hidungnya. Hatiku terhenyut. Lalu, ku buka pintu itu lebar-lebar. Aku tak tahan lagi, dengan cepat aku langsung memeluknya dengan isak tangis.
“Donghae, ada apa dengan mu? Kau tahu? Aku kira kau sahabat terbaikku. Ternyata tidak, tidak sama sekali. Kau telah membuatku ketakutan seperti ini. Kau kejam, Lee Donghae. Kau persis tau ini hari ulang tahunku. Seharusnya kau tidak berbuat seperti ini. Seharusnya kau tidak berbaring lesu di tempat tidur usang ini. Aku telah menunggumu lama dengan suhu dibawah 5 derajat disana sebelum seorang yeoja memberitahuku bahwa kau ada disini. Napeun chingu!!!!” tangis ku mulai meledak
“Hyung, sudah jangan seperti ini. Donghae tidak bersalah. Justru engkaulah yang bersalah. Donghae jadi seperti ini karena kau, karena kau Lee Hyuk Jae!!” Kyuhyun mulai berbicara dan berkata seakan-akan akulah penyebab donghae disini.
“Apa? Jadi kau menuduhku?” aku langsung menoleh kearah kyuhyun dengan tatapan tajam, kurasa.
“Yaa, karena kau. Donghae menyempatkan diri menemuimu dengan cuaca dingin seperti ini. Dan kau tahu? Donghae saat itu sedang kurang enak badan dan dia ngotot mengemudikan mobilnya sendirian. Padahal kau tahu donghae belum lancar sekali mengemudikan mobil ataupun motornya”
Leeteuk Hyung membenarkan perkataan Kyuhyun. Bahkan, leeteuk juga mengakui kalau aku yang salah disini.
“Huaaaaa, Donghae nae chingu. Mianhaeyo, neomu neomu mianhae. Aku akan menyakiti diriku sendiri apabila benar aku yang bersalah disini” aku tertunduk dan tangisku tak dapat ku cegah.

Tiba-Tiba...
 

ELF(F) Page Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos